Beranda Flores Kejari Kabupaten Ende Periksa Kabid Cipta Karya 5 Jam 

Kejari Kabupaten Ende Periksa Kabid Cipta Karya 5 Jam 

35
0
BERBAGI

Foto : Abdul Hakim, S. H

Kupang, Kriminal.co – Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Ende kini terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi – saksi guna penuntasan kasus dugaan korupsi proyek pekerjaan SPAM di Kabupaten Ende.

Kali ini, tim penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Ende kembali memeriksa Kepala Bidang Cipta Karya, Wilhelmus sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi SPAM yang dilaporkan PMKRI Cabang Ende.

Kasi Penkum dan Humas Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT, Abdul Hakim, S. H kepada wartawa, Rabu (20/5/2020) mengatakan bahwa pemeriksaan terus dilakukan oleh tim penyidik Kejari Kabupaten Ende.

Dijelaskan Abdul, kali ini tim penyidik Kejari Kabupaten Ende memeriksa Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya, Wilhelmus sebagai saksi dalam perkara tersebut.

Dilanjutkan Abdul, pemeriksaan terhadap Wilhelmus selaku Kepala Bidang Cipta Karya dilakukan oleh penyidik Kejari Kabupaten Ende selama lima jam.

“Dalam kasus itu, Kepala Bidang Cipta Karya, Wilhelmus sudah diperiksa selama lima jam oleh penyidik Kejari Kabupaten Ende,” kata Abdul.

Menurut Abdul, Kepala Bidang Cipta Karya ini bakal dipanggil lagi untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara tersebut jika dibutuhkan lagi.

Ditambahkan Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, penyidik bakal merencanakan pemanggilan ulang terhadap Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Ende, Ir. Fransiskus Lewang.

Dijelaskan Abdul, Kepala Dinas PU Kabupaten Ende bakal dipanggil lagi oleh penyidik jika keterangannya masih dibutuhkan lagi.

“Bisa saja dipanggil lagi oleh penyidik Kejari Kabupaten Ende jika keterangannya dibutuhkan lagi sebagai saksi,” sebut Abdul.

Ketika ditanya apakah status Kadis PU Kabupaten Ende, Ir. Fransiskus Lewang bisa berubah bukan sebagai saksi, Abdul menegaskan bahwa semua saksi bisa berubah statusnya menjadi tersangka dalam perkara tersebut.

Namun, lanuutnya, penetapan seseorang menjadi tersangka harus berdasarkan alat bukti yang kuat sehingga bisa menetapkan status seseorang sebagai tersangka.

“Semua saksi berpeluang jadi tersangka kalau ada alat bukti yang kuat. Siapa saja bisa Kepala Dinas Pekerjaan Umum atau Kepala Bidang Cipta Karya. Pokoknya siapa saja,” tegas Abdul.(che/RR.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here