Beranda Kota Kupang Hasil Otopsi, Korban Meninggal Akibat Terkena Serpihan Seng

Hasil Otopsi, Korban Meninggal Akibat Terkena Serpihan Seng

296
0
BERBAGI
Foto: AKP Didik Kurnianto
Kupang, kriminal.co – Abdul Haris Kadir korban meninggal saat bermain petasan, Minggu (31/12) lalu, dipastikan meninggal karena kehabisan darah akibat tertusuk seng saat bermain petasan. Ledakan petasan yang menimpah seng atap rumah menghasilkan serpihan yang menembus perut korban.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Anthon C. Nugroho melalui Kapolsek Kelapa Lima, AKP Didik Kurnianto, Rabu (3/1) menjelaskan korban sudah diotopsi dan hasil otopsi membuktikan bahwa korban meninggal karena tusukan serpihan seng.

Kurnianto menjelaskan serpihan seng itu sepanjang dua cm dan luka tusukan sedalam 3,5 cm. Karena terlambat dibawa ke rumah sakit menyebabkan korban kehabisan darah hingga meninggal.

Awalnya, kata Kurnianto, pihaknya memeriksa lebih dari 20 saksi yang saat kejadian bersama korban di TKP. Namun, dari keterangan para saksi semuanya mengarah ke ledakan petasan yang menyebabkan korban meninggal.

“Setelah kita lakukan pengembangan penyelidikan akhirnya diketahui korban meninggal karena serpihan seng,” jelas Kurnianto.

Untuk diketahui, Abdul Haris Kadir, warga RT 39/RW 13, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang ini meninggal saat bermain petasan pada Minggu (31/12) sekira pukul 14.45 Wita bertempat di wilayah RT 37/RW 12, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Akibat ledakan petasan yang diamainkan Abdul Haris Kadir membuat perut bagian kanan persis di bawah pusar terluka dan berlubang dengan panjang sekira 2 cm.

Kejadian itu bermula dari korban bersama sejumlah rekannya duduk menikmati minuman keras (Miras). Ketika turun hujan, korban dan teman-temannya memilih berteduh. Saat berteduh itulah diduga korban menyalakan petasan sehingga serpihan seng menghantam perutnya.

Diduga korban kehabisan darah dalam perjalanan ke RSUD S.K. Lerik Kota Kupang sehingga nyawanya tak tertolong. Sekitar pukul 14.45 Wita, ketika korban dan para saksi sementara menikmati minuman keras, tiba-tiba turun hujan. Oleh karena itu maka korban dan rekan-rekannya memilih membubarkan diri untuk berteduh.

Setelah beberapa menit kemudian, saksi Ricky Tutpai dan Herman Lapi Besi berteriak dengan mengatakan, “Ays (Abdul Haris Kadir, Red) su badarah”. Selanjutnya para saksi dan masyarakat di sekitar TKP mendatangi korban dan langsung membawanya menggunakan mobil ke RSUD S.K. Lerik, Kota Kupang untuk mendapatkan pertolongan medis.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here