Beranda Kota Kupang Tuntutan Belum Siap, Sidang Pilot Nyabu Ditunda

Tuntutan Belum Siap, Sidang Pilot Nyabu Ditunda

522
0
BERBAGI

Kupang, kriminal.co – Sidang perkara dugaan tindak pidana penyalagunaan narkotika dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk terdakwa Maesa Soemargo akhirnya ditunda hingga Rabu (7/3) pekan depan. Pasalnya dalam persidangan yang sedianya digelar di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA Kupang, Rabu (28/2) kemarin, JPU, Devis Lele yang menggantikan rekannya Eirene M. Oranay mengatakan, JPU belum
merampungkan semua berkas tuntutan. Hal tersebut disampaikan delvis di hadapan majelis hakim, Eko Wiyono, Prasetio Utomo dan Tjokorda Pastima serta terdakwa Maesa Soemargo dan penasihat hukumnya, Yehuda Suan.

PH terdakwa, Yehuda Suan kepada wartawan mengatakan, kliennya sejak awal selalu berusaha kooperatif selama mengikuti proses persidangan. Dengan demikian, penundaan sidang dengan agenda pembacaan tuntutan, sama sekali
tidak dipersoalkan oleh kliennya.

“Saat kasus ini masih berproses di kepolisian, klien saya selalu kooperatif. Ketika perkara ini dibawa ke persidangan di pengadilan, sikap kooperatif tetap ditunjukkan oleh klien saya,” sebut Yehuda.

Yehuda berharap, JPU dalam tuntutannya nanti ke terdakwa harus juga mempertimbangkan asesmen dari dokter yang menyatakan bahwa terdakwa harus menjalani rehabilitasi. Apalagi terdakwa bukan sebagai pengedar tetapi hanya sebagai korban penyalagunaan narkotika. Selain itu, barang bukti berupa sabu-sabu yang ditemukan dari terdakwa hanya seberat 0,57 gram.

“Pasal 54 Undang-Undang Nomor 35/2009 tentang Narkotika itu jelas bahwa pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial. Semoga ini dipertimbangkan walau dalam Pasal 127 undang-undang Narkotika memuat sanksi pidana,” kata Yehuda.

Sementara terdakwa Maesa justru memuji proses peradilan pidana atas perkara yang dihadapinya. Dia juga memuji proses yang dimulai oleh penyidik kepolisian (Polres Kupang Kota).

 “Kalau mau jujur, saya memang stress karena digabungkan dengan pelaku kriminal lainnya. Tapi secara umum saya memuji prose peradilan yang sedang berjalan. Saya hanya mohon keadilan karena saya sebenarnya hanya korban penyalahgunaan narkotika,” ungkap pilot senior salah satu maskapai tersebut.(che)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here