Beranda Kabupaten Kupang Warga Desa Pariti Segera Laporkan CV. Karunia Indah ke Kejati NTT

Warga Desa Pariti Segera Laporkan CV. Karunia Indah ke Kejati NTT

2331
0
BERBAGI
Pariti, kriminal.co – Warga Dusun 6, Desa Pariti, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang segera melaporkan CV. Karunia Indah ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT terkait kehadirannya dalam kegiatan C di lokasi tersebut.
Warga nekat melaporkan PT. Karunia Indah ini karena akibat galian C itu, kini warga setempat terancam terendam banjir.
Selain PT. Karunia Indah, warga juga akan melaporkan toko Metro Bangunan, CV. HNN milik Rahman, CV. Camplong Kuari, CV. Star, CV. Surya Utama dan CV. Dua Putra Perkasa ke Kejaksaan Tinggi NTT.
Salah satu tokoh masyarakat Desa Pariti, Yorim Kiuk kepada wartawan, Senin (12/11) menegaskan bahwa seluruh CV yang mengambil galian C berupa pasir d sungai Biboki Desa Pariti, Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang akan dilaporkan ke Kejati NTT.
Pasalnya, kata Yorim, kuat dugaan ijin galian C yang dikantongi oleh para pengusaha hanya diberikan oleh Kepala Desa Pariti, Yeremias Pellokila (kades saat itu).
Menurut Yorim, akibat dari galian C yang terus dilakukan oleh para pengusaha ini, warga Desa Pariti mulai dusun II hingga 6, terancam terendam banjir.
Hal itu dikarenakan, lanjut Yorim, seluruh material yang tidak diperlukan oleh para pengusaha tersebut dibuang ke sungai Biboki yang menghambat aliran air dari sungai yang akhirnya meluap ke rumah warga.
“Kami akan laporkan para pemilik CV semua yang mengambil galian C di sungai Biboki karena kami terancam terendam banjir,” tegas Yorim.
Yorim sangat menyesalkan adanya kegiatan galian C di desa Pariti, pasalnya semenjak hal itu terjadi sejak beberapa tahun lalu, kesehatan warga Desa Pariti menjadi tertangganggu akibat debu yang ditimbulkan oleh galian C.
Menurut Yorim, warga Desa Pariti mulai dari Dusun 2 hingga Dusun 6 sangatlah terganggu dengan adanya galian C itu. Bahkan, tidak ada dampak atau nilai tambah dari galian C tersebut.
“Kami sangat dirugikan dengan adanya galian C itu. Karena tidak ada nilai tambah bagi warga Desa Pariti, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang,” ungkap Yorim.
Yorim berharap pihak pemerintah provinsi segera menyikapi hal itu. Dikarenakan kasus galian C ini akan dilaporkan ke Kejati NTT.(che)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here