Beranda Sumba Diancam Lewat Medsos, Pria Ini Polisikan FR dan AA

Diancam Lewat Medsos, Pria Ini Polisikan FR dan AA

716
0
BERBAGI

Foto : Deddy Febryanto Holo

Sumba, Kriminal.co – Kamis (30/5) Deddy Febrianto Holo mendatangi Polres Sumba Timur untuk melaporkan FR dan AA yang diduga telah mengancam dirinya melalui media sosial (Medos) Facebook (FB).

Laporan adanya dugaan tindak pidana “pengancaman” dibuktikan dengan Surat Tanda Bukti  Lapor Nomor : STPL/113/V/2019/NTT/Res ST pada tanggal 30 Mei 2019.

Dalam reales yang diterima media ini dikatakan  bahwa pada tanggal 30 Mei 2019 sekitar pukul 08.00 Wita, dirinya mendapatkan pemberitahuan dari media sosial (WA) dari teman dan kemudian pelapor membuka aplikasi facebook dan membaca postingan dan komentar dari akun FB berinisial FR dan AA di salah satu grup lokal “Sumba News”.

Di grup tersebut, pelapor mendapati sebuah postingan akun FR yang menyebut namanya secara jelas “Deddy Febrianto Holo. Dimana dalam.postingan tertulis aktifis yang terhormat. Sekali lagi kau menyinggung Tentang Usia 59.. Maka kau berurusan panjang dengan saya.”

Selanjutnya dalam komentar akun berinisial AA mengatakan ” Injak dia niba… Manusia sial kas patah memgbdia di batang leher. Kerjanya dari dulu hanya berkomentar sebuah kepemimpinan. Sementara sumbangsih dari dia sendiri tidak ada.”

Menurut Dedy, postingan tersebut tentu membuat dirinya terancam secara tidak langsung apa lagi di ruang publik  namanya di sebut kemudian  disertai komentar bernada mengancam untuk “mematahkan leher” pelapor. Oleh karena itu, dirinya yang merasa dirugikan mengambil langkah tegas untuk melapor peristiwa ini di pihak kepolisian untuk menindak tegas pelaku tersebut sesuai  mekanisme hukum yang berlaku.

Dirinya berharap lembaga penegak hukum untuk mengusut  tuntas kasus ini, karena bagi saya ini dapat membahayakan diri dan keluarga saya. Saya merasa terancam.

Dikatakannya, dirinya mendukung penuh langkah penegak hukum untuk bekerja secara profesional dalam menangani  kasus ini. Tentu dirinya berharap kasus yang dilaporkan dapat diproses sesuai dengan ketentuan hukum.

Untuk itu dirinya meminta kepada pihak kepolisian baik Polda NTT dan Polres Sumba Timur dapat mengusut tuntas dalang pengancaman. Ini merupakan tindakan yang sangat bertentangan dengan norma hukum.(che)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here