Beranda Kota Kupang Kejati NTT Diminta Jangan Tunduk Pada Intervensi Politik

Kejati NTT Diminta Jangan Tunduk Pada Intervensi Politik

293
0
BERBAGI

Foto : Paul Sinaleloe

Kupang, Kriminal.co РKejaksaan Tinggi (Kejati) NTT diminta jangan tunduk pada intervensi politik dalam penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan fasilitas pameran kawasa NTT Fair tahun 2018 senilai Rp 29.919.120.500.

Pasalnya, telah beredar adanya issue ditengah masyarakat bahwa pihak Kejati NTT bisa diintervensi secara politik oleh pihak -pihak tertentu.

Demikian diungkapkan Paul Sinlaeloe Koordinator Devisi PIAR NTT kepada wartawan, Jumat (31/5) siang.

Menurut Paul, hal ini bisa terjadi dan pihak Kejati NTT dapat diintervensi secara politik dalam penanganan kasus itu yang diduga melibatkan ketua partai yang juga mantan Gubernur dua periode.

“pihak kejaksaan diharapkan bisa bekerja secara profesional dan tidak boleh tunduk pada intervensi politik. Harapan pada institusi kejaksaan harus profesional karena banyak beredar issue di masyarakat bahwa pihak kejaksaan bisa di intervensi secara politik,”kata Paul.

Untuk diketahui bahwa dalam kasus itu, tim penyidik Tipidsus Kejati NTT telah memeriksa puluhan saksi termasuk Frans Lebu Raya (Mantan Gubernur NTT), namun hingga saat pihak Kejaksaan Tinggi NTT belum menetapkan tersangka, terkait dengan kasus dugaan korupsi dalam Pembangunan Fasilitas Pameran Kawasan NTT Fair.

Paket Kegiatan Pembangunan Fasilitas Pameran Kawasan NTT Fair, merupakan proyek Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman Provinsi NTT yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana dari PT. Cipta Eka Puri.

Proyek dengan nomor kontrak PRKP-NTT/643/487/BID.3CK/V/ 2018, tertanggal 14 Mei 2018 ini, memiliki nilai kontrak Rp.29.919.120.500 dengan masa pelaksanaan proyek 220 hari kalender, terhitung mulai tanggal 14 Mei 2018 hingga 29 Desember 2018. Dalam implementasi, proyek ini belum rampung hingga batas waktu yang ditentukan.

Pada perkembangannya, proyek Pembangunan Fasilitas Pameran Kawasan NTT Fair ini diperpanjang waktu pengerjaannya selama 50 hari, kemudian ditambah lagi 40 hari, namun kontraktor tetap tidak mampu merampungkan pekerjaan.

Sampai dengan 31 Maret 2019, progres pengerjaan proyek hanya mencapai 54,8%. Hingga saat ini, proyek Pembangunan Fasilitas Pameran Kawasan NTT Fair tetap terbengkalai. Pada sisi yang lain, anggaran proyek sudah cair 100%. Inilah realita dari korupsi dengan wajar tanpa pengecualian.(che)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here