Beranda Rote & Sabu Kasus PLTS Rote, JPU Nyatakan Banding

Kasus PLTS Rote, JPU Nyatakan Banding

244
0
BERBAGI

Foto : JPU, Hendrik Tiip

Kupang, Kriminal.co РJaksa Penuntut Umum (JPU), Hendrik Tiip, Jumat (16/8) menyatakan banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang terkait kasus dugaan korupsi pekerjaan Pembangkit Listrik Tenaga Suria (PLTS) di Kabupaten Rote Ndao.

Banding yang diajukan oleh JPU, Hendrik Tiip untuk terdakwa Johanis Mesah dalam perkara tersebut karena JPU tidak sependapat dengan putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang.

Jaksa Penuntut Umum, Hendrik Tiip yang dikonfirmasi wartawan, Jumat (16/8) membenarkan adanya pernyataan banding terhadap kasus PLTS di Kabupaten Rote Ndao.

Dijelaskan Hendrik, alasan JPU menyatakan banding karena JPU tidak sependapat dengan majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang tentang kerugian negara.

“Iya benar kami nyatakan banding kasus PLTS Rote Ndao untuk terdakwa Johanis Mesah,” kata Hendrik.

Alasan lainnya, kata Hendrik, terkait kualifikasi delik pemidanaan dimana majelis hakim menerapkan pasal 3 Undang – Undang Tipikor. Seharusnya, kualifikasi delik terhadap terdakwa adalah pasal 2 ayat 1 Undang – Undang Tipikor bukan Pasal 3.

Diungkapkan JPU, alasannya terdakwa harus divonis menggunakan pasal 2 ayat 1 Undang – Undang Tipikor karena kejahatan yang dilakukan terdakwa dalam kualifikasi atau obyek terdakwa selaku pihak swasta.

“Terdakwa itukan pihak swasta seharusnya pasal 2 ayat 1 Undang – Undang Tipikor bukan pasal 3 undang – undang Tipikor,” tegas Hendrik.

Ditambahkan JPU, kualifikasi antara pasal 2 ayat 1 Undang – Undang Tipikor dan pasal 3 Undang – Undang Tipikor berbeda deliknya.

Sebelumnya, majelis hakim menjatuhkan vonis untuk terdakwa Johanis Mesah selama 1 tahun penjara dan denda sebesar Rp. 50 juta subsidair 1 bulan kurungan.

Sedangkan JPU menuntut terdakwa selama 4 tahun 6 bulan kurungan dan terbukti pasal 2 ayat 1 Undang – Undang Tipikor.(che)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here