Beranda Kabupaten Kupang Gubernur NTT : Puluhan Tahun Warga Nunkurus Menderita

Gubernur NTT : Puluhan Tahun Warga Nunkurus Menderita

117
0
BERBAGI

Kupang, Kriminal.co – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat mengaku bahwa selama puluhan tahun warga Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang menderita.

Pasalnya, semenjak ijin tambak garam di wilayah tersebut dikeluarkan oleh pemerintah setempat tidak pernah beroperasi ataupun kegiatan produksi garam.

Demikian pengakuan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam acara penyerahan aset PT. Sagaret oleh Jaksa Agung, HM. Prasetyo di Kupang, Kamis (22/8).

“syukur untuk saat ini tambak garam di Desa Nunkurus sudah berproduksi,” kata Gubernur NTT.

Dalam kesempatan itu juga, Viktor mengaku bahwa ada tiga potensi yang dimiliki oleh NTT yakni Tenun Ikat, minuman keras (sopi) dan se”i.

Jika tiga potensi ini dimanfaatkan dan dikelolah dengan baik, maka tidak mungkin kesejahteraan masyarakat NTT akan mengalami peningkatan dan membantu pertumbuhan ekonomi di NTT.

Dicontohkannya, tenun ikat yang dimiliki NTT kini telah diperkenalkan hingga internasional dengan berbagai model bahkan tenun ikat merupakan salah satu potensi yang menyumbangkan pendapatan terbesar saat ini.

Dilanjutkan Viktor, untuk miras jenis sopi saat ini telah dikelolah menjadi minuman yang layak dikonsumsi dan memiliki rasa yang enak dari sebelumnya.

Dimana, melalui pengolahan dan uji coba yang dilakukan oleh ahli dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, NTT kini memiliki miras bernama Sopia.

Ditambahkannya, potensi ketiga yakni se”i sapi. Saat ini se”i sapi memiliki nilai jual yang cukup. Namun, kedepannya pemerintah akan membuat se”i dengan daging sapi yang berkualitas.

“kedepannya akan ada se”i dengan kualitas terbaik sehingga harganya bisa mencapai Rp. 5 – 10 juta per kilonya,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Jaksa Agung RI, HM. Prasetyo mengaku bahwa saat ini NTT mengalami peningkatan ataupun perubahan yang cukup besar dari sebelumnya.

“NTT banyak alami perubahan tidak seperti yang dahulu ketika saya menjabat sebagai Kajati NTT saat itu, “kata Prasetyo.

Untuk itu, katanya, sebagai Jaksa Agung yang pernah bertugas di NTT berharap NTT dapat bersaing dengan provinsi lainnya di Imdonesia.(che)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here