Beranda Kota Kupang Kasus PT. Sagaret, Putusan Prapid OS Bungkam Kejati NTT

Kasus PT. Sagaret, Putusan Prapid OS Bungkam Kejati NTT

58
0
BERBAGI

Foto : Pathor Rahman

Kupang, Kriminal.co – Hingga saat ini Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) tidak mampu menuntaskan kasus PT. Sagaret yang diduga masih melibatkan oknum pengusaha di Kota Kupang.

Buktinya hingga saat ini, berkas perkara tersebut masih mengendap rapi di Kejati NTT bahkab tidak ada respon apapun dari tim penyidik Tipidsus Kejati NTT untuk menindaklanjuti hal tersebut.

Dalam kasus dugaan korupsi PT. Sagaret diduga melibatkan OS salah satu pengusaha di Kota Kupang sekaligus pemilik salah satu hotel di Kota Kupang.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Pathor Rahman ketika dihubungi wartawan, Jumat (31/01/2020) mengaku bahwa sampai saat ini dirinya belum mengetahui soal kasus tersebut.

Menurutnya, dirinya akan segera melakukan koordinasi dengan tim penyidik Tipidsus Kejati NTT dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati NTT untuk melihat kembali kasus tersebut.

“Sampai saat ini saya belum tahu soal kasus itu tapi nanti saya coba koordinasi dengan Pidsus untuk lihat kembali kasus itu,” ujar Pathor.

Sebelumnya, Kajati NTT, Jhon W. Purba (mantan Kajati NTT) pernah menegaskan bahwa kasus itu bakal diserahkan kepada Polda NTT karena OS diduga sebagai penadah sehingga masuk dalam pidana umum dengan dikenakan pasal 348 KUHP.

Terpisah, Fransisco B. Bessie selaku kuasa hukum, OS ketika melakukan pra peradilan kepada Kejati NTT yang dihubungi wartawan, Minggu (02/02/2020) mengaku bahwa saat itu dirinya yang mendampingi OS untuk melakukan Pra Peradilan (Prapid) melawan Kejati NTT.

Ditegaskan Fransisco, putusan majelis hakim menegaskan bahwa kasus tersebut masih cacat hukum atau Prematur jika OS ditetapkan sebagai tersangka.

Menurutnya, hasil putusan Prapid memenangkan OS dimana hakim menerima permohonan prapid OS dan menolak seluruh permintaan Kejati NTT selaku termohon.

“Iya waktu itu saya yang mendampingi OS untuk pra peradilan Kejati NTT. Hasilnya Pra peradilan kami diterima oleh hakim,” kata Fransisco.

Ditegaskan Fransisco, OS tidak bisa dijadikan sebagai tersangka oleh Kejati NTT karena proses hukum terhadap Paulus Watang (terpidana sekarang) masih dalam proses hukum atau belum incra.

Menurut Fransisco, jika saat ini Kejati NTT menindaklanjuti hal itu karena kasus itu telah memiliki kekuatan hukum tetap itu merupakan hak dari Kejati NTT.

“Saya sangat menghormati Kejati NTT jika ingin membuka kembali kasus itu karena kasusnya sudah memiliki kekuatan hukum tetap dari pengadilan,” tambah Fransisco.

Kabid Humas Polda NTT, AKBP Johanes Bangun ketika dikonfirmasi terkait berkas OS telah dikirimkan Kejati NTT di Polda NTT tidak merespon hingga berita ini diturunkan.(che/RR.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here