Beranda Kota Kupang Kasus NTT Fair Dinilai Terhenti Karena Politik

Kasus NTT Fair Dinilai Terhenti Karena Politik

128
0
BERBAGI

Foto : Paul Sinlaeloe

Kupang, Kriminal.co РHingga saat ini kasus korupsi pembangunan gedung NTT Fair Tahun 2018 senilai Rp. 29, 9 miliar yang diduga melibatkan mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dan Sekda NTT, Benediktus Polomaing belum ada kejelasan sama sekali.

Padahal, dalam putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang nama Frans Lebu Raya disebut – sebut bahwa menerima uang senilai Rp. 568 juta. Nama mantan Gubernur NTT dan Benediktus Polomaing disebut sebanyak tiga kali.

Melihat belum adanya kejelasan proses hukum, Koordinator Divisi Anti Korupsi PIAR NTT, Paul Sinlaeloe angkat bicara.

Koordinator.Divisi Anti Korupsi PIAR NTT, Paul Sinaleloe kepada wartawan, Sabtu (15/02/2020) menegaskan bahwa kasus korupsi pembangunan gedung pameran NTT Fair Tahun 2018 senilai Rp. 29, 9 miliar terhenti karena kekuatan.politik.

Menurutnya, setiap kasus yang melibatkan.para politisi elite selalu saja terhenti bahkan bisa saja dihilangkan seakan tidak terjadi kasus oleh aparat penegak hukum.

Dijelaskan Paul, dalam sebuah kasus dimana harus memiliki kepastian, kejelasan dan status hukum yang jelas. Sehingga tidak menimbulkan persepsi yang berbeda ditengah masyarakat.

“Setiap kasus yang melibatkan politisi elite selalu terhenti dan tanpa kejelasan apapun oleh aparat penegak hukum,” tegas Paul.

Ditambahkan Paul, kekuatan.politik melebihi kekuatan penegak hukum di Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT. Sehingga patut diduga bahwa kasus korupsi pembangunan gedung NTT Fair Tahun 2018 senilai Rp. 29. 9 miliar terhenti karena politik.

“Kuat dugaan bahwa kasus NTT Fair tidak bisa dilanjutkan oleh Kejaksaan Tinggi NTT karena kekuatan politik. Karena diduga libatkan elite politik,” ujar Paul.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Pathor Rahman yang sebelumnya pernah dikonfirmasi oleh wartawan berulang kali via HP selulernya tidak pernah merespon.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Asisten Tindak Pidana Khusus (As Pidsus) Kejati NTT, Sugyanta dihubungi via hp selulernya tidak sekalipun merespon.(che/RR.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here