Beranda Sumba Saksi Mengaku Kasus ADD, Negara Rugi Hingga Ratusan Juta

Saksi Mengaku Kasus ADD, Negara Rugi Hingga Ratusan Juta

133
0
BERBAGI

Kupang, Kriminal.co – Rabu (11/03/2020) Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, kembali menggelar sidang kasus dugaan korupsi pengelolaan dana desa Tahun 2017 lalu.

Sidang kali ini beragendakan mendengarkan keterangan ahli dari Inspektorat Kabupaten Sumba Tengah yang dipimpin ketua majelis hakim, Wari Juniati didampingi hakim anggota Ikrakniekha Elmayawaty Fau dan Ibnu Kholiq. Terdakwa Dirktur CV. Misi Indah, Salomon Umbu Dewa Yaku didampingi kuasa hukumnya. Turut hadir JPU Kejari Sumba Barat, Yasozisolhi Zebua.

Dalam persidangan JPU Kejari Kabupaten Sumba Barat menghadirkan tiga orang saksi ahli sekaligus diantaranya, Arline Randjaratu, Umbu Data dan Umbu Yago Bolu.

Dalam persidangan ketiga ahli menerangkan terkait hasil pemeriksaan dan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara pada tiga Desa di Kecamatan Ratu Nggay, Kabupaten Sumba Tengah yakni Desa Pondok, Desa Umbu Langang, dan Desa Ngadu Olu yang bersumber dari APBDes Tahun Anggaran 2017 dengan total kerugian Negara sebesar Rp. 441.642.347.

Menurut para ahli dari inspektorat ini, kerugian negara tersebut sebagaimana yang tertuang dalam Laporan Hasil Perhitungan (Audit) Kerugian Keuangan Negara yang dilakukan oleh Tim Auditor Inspektorat Kabupaten Sumba Tengah tersebut.

Setelah mendengarkan keterangan Ahli dari Inspektorat, sidang dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan terdakwa.

Dalam pemeriksaan sebagai terdakwa, Direktur CV. Misi Indah mengakui seluruh  perbuatan tersebut diakui oleh terdakwa.  Dengan selesainya agenda pembuktian yaitu pemeriksaan saksi – saksi, ahli dan pemeriksaan terdakwa, maka persidangan ditunda untuk mendengarkan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum. Sidang bakal kembali digelar pekan depan.

Usai persidangan, JPU Kejari Kabupaten Sumba Barat, Yasozisokhi Zebua, SH menambahkan sebagaimana fakta dalam persidangan dari keterangan keterangan Ahli maupun dari katerangan keterangan saksi saksi pada persidangan sebelumnya, kerugian keuangan negara tersebut akibat pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh terdakwa (Direktur CV. Misi Indah) selaku suplyer atau pelaksana pekerjaan tidak sepenuhnya dikerjakan sesuai kontrak atau SPK.

Dijelaskan Zebua, pengadaan material bahan bangunan yang tidak sesuai diantaranya untuk rumah layak huni, pengadaan material bahan bangunan jambanisasi / MCK, pekerjaan rabat jalan yang tidak sesuai RAB karena kekurangan volume, dan pengadaan ternak sapi fiktif, yang sementara semua pembayaran kegiatan dimaksud telah diterima oleh terdakwa 100%.

Namun, lanjut Zebua, faktanya dilapangan pembangunan rumah layak huni maupun pembangunan jamban (MCK) tidak ada yang selesai karena tidak adanya bahan material yang disuplay oleh suplyer dalam hal ini dari terdakwa SUD selaku Direktur CV. Misi Indah.(che/RR.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here