Beranda Kota Kupang Polisi Bekuk Aktor Penipuan Investasi, Korban Ucapkan Terima Kasih

Polisi Bekuk Aktor Penipuan Investasi, Korban Ucapkan Terima Kasih

150
0
BERBAGI

Foto : Melkianus Boleng

Kupang, Kriminal.co – Kepolisian Polda NTT bekerjsama jajaran Polsek Denpasar Selatan dan Polres Buleleng menangkap salah satu tersangka penipuan investasi Yulia Astutik (40) di kawasan Sanur, Denpasar, Jumat (28/2).

Tersangka sebelumnya dilaporkan ke Polda NTT oleh melalui laporan polisi nomor: LP/B/249/VII/2017/SPKT tertanggal 25 Juli 2017, atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan sebagaimana diatur dalam pasal 378 dan 372 KUHP.

Dalam laporan tersebut, tersangka Yulia Astutik, warga Desa Lobalain Kabupaten Rote Ndao dilaporkan bersama kekasihnya Willem Eijmert Van Der Rijtst yang merupakan warga negara Belanda karena menggelapkan dana pembebasan lahan milik Perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA), Rote Island Development Corporation (RIDC).

Melkianus Boleng, salah satu korban, kepada wartawan, Senin (16/03/2020) menjelaskan bahwa tersangka Yulia ini diduga menjadi mediator dalam hal penyaluran distribusi uang karena tersangka Willem Eijmert Van Der Rijtst menyalurkan uang pembebasan lahan melalui rekening Yulia.

Menurut Melkianus, awalnya disepakati tersangka diberi kepercayaan mencarikan lahan untuk investasi sektor pariwisata di sekitar pantai yang terkenal dengan surfingnya itu. Korban sepakat untuk pembayaran pelunasan pembelian lahan dan dilakukan secara bertahap atau termin.

Lanjutnya, setelah semua uang dibayarkan mencapai kurang lebih Rp 1 miliar untuk investasi lahan dan legalitas lainnya, lahan yang dibeli tidak sesuai kesepakatan.

“Ada 18 titik yang direncanakan dengan luasan 84 hektare, baru diselesaikan tiga titik saja, sisanya ada indikasi digadaikan ke pihak ketiga oleh tersangka,” ujar Melkianus.

Ditambahkan, bahwa aksi tersangka baru diketahui setelah mengecek lahannya yang takunjung kelar urusannya. Merasa dirugikan akhirnya Melkianus Boleng dan Ben Van Wijhe (Warga Negara Belanda) melaporkan ulah kolega bisnisnya itu ke Polda NTT.

Setelah penantian panjang selama dua tahun pasca mengadukan kerugian akibat ulah kedua tersangka itu, akhirnya terlapor yang masuk dalam DPO itu berhasil diamankan.

“Kami sangat berterima kasih kepada aparat kepolisian Polda NTT yang di backup oleh Polda Bali berhasil menangkap pelaku,” ucapnya.

Menurut Melkianus, tindakan tersangka menjadi preseden buruk pada setiap investasi asing yang masuk karena selalu mengalami banyak kendala. Untuk itu, Melkianus semua harus membuktikan keseriusan penanganan kasus ini untuk mengembalikan kepercayaan investor.

Selain itu dirinya mengungkapkan upaya para investor ini merupakan bagian dari dukungan kepada program pemerintah untuk menjadikan pariwisata sebagai prime muver pembangunan di NTT sementara kenyataan dilapangan masyarakat telah dibodohi oleh para pelaku dan pihak ketiga.

Diharapkan, dengan penangkapan tersangka dan penanganan kasus ini secara baik, bisa kembali memulihkan kepercayaan investor yang akan menanamkan investasi bidang kepariwisataan di Rote Ndao yang memiliki potensi alam cukup bagus,” harap Melki.

Disisi lain, Melki merasa aneh dalam proses ini karena meski sudah dilakukan penangkapan terhada tersangka Yulia namun hingga kini ia mendapat informasi bahwa tersangka tidak di tahan.

Sementara tersangka Willem Eijmert Van Der Rijtst, saat penangkapan berada di luar negeri dan sudah kembali bersama-sama dengan tersangka Yulia namun tidak ditahan sementara dalam laporannya terlapor salah satunya Willem.

“Kami pelapor binggung dengan proses hukum ini sehingga diharapkan dapat diperjelas. Jangan ada intervensi dari pihak mana pun,” tegas Melkianus Boleng.(che/RR.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here