Beranda Kota Kupang Kasi Pidum Kejari Kota Kupang Dilaporkan ke Jamwas

Kasi Pidum Kejari Kota Kupang Dilaporkan ke Jamwas

337
0
BERBAGI

Kupang, Kriminal.co – Tersangka kasus penipuan penggelapan, Dessy Carolina Chandra Jaya akhirnya melaporkan Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kjari) Kota Kupang, Raden Arry Verdiana, S, H ke Jaksa Agung Muda Pengawasan Kkejaksaan Agung RI.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Kota Kupang dilaporkan dengan alasan bahwa dirinya tidak adil dalam penanganan perkara penipuan penggelapan yang dilaporkan oleh Hhengky Go di Polres Kupang Kota.

Demikian diungkapkan Dessy Carolina Chandra Jaya kepada wartawan, Rabu (3/6/2020) Ketika ditemui di Kupang.

Menurut Dessy, jaksa penuntut umum pada Kejari Kota Kupang telah melakukan diskriminasi, ketidakpuasan hukum, dan ketidadilan dengan menyatakan berkas perkara penipuan dan penggelapan telah lengkap (P-21).

“seharusnya perkara itu belum P-21 karena masalah itu masalah dalam rana perdata bukan termasuk dalam rana pidana umum, “ kata Dessy.

Dijelaskan Dessy, jika berdasarkan Pasal 19 (2) Undang – Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Mnausia (HAM) seseorang tidak dapat di pidana hanya karena tidak mampu membayar namun dalam perkara tersebut tersangka telah membayar progress pekerjaan lebih dari 50% sedangkan progress pekerjaan baru mencapai 30%.

Dikatakan Dessy, terkait dengan laporan Hengky Go dirinya telah menggugat secara perdata dan sementara dalam proses hukum (persidangan) sehingga sangat tidak adil sehingga sangat tidak adil dan tidak berkepastian hukum.

“ seharusnya jaksa penuntut umum mempertimbangkan peraturan Mahkama Agung (MA) Nomor 1 Ttahun 1956 pasal 1 yang menyatakan apabila pemeriksaan perkara pidana harus diputuskan hal adanya suatu hal perdata atas suatu barang atau tentang suatu hubungan hukum antara dua pihak tertentu, maka pemeriksaan perkara pidana dapat ditangguhkan untuk menunggu suatu putusan pengadilan dalam pemeriksaan perkara perdata tentang adanya atau tidak adanya hak perdata itu, “ terang Dessy.

Untuk itu, lanjut Dessy, Tindakan jaksa penuntut umum sangat merugikan kepentingan hukum dirinya dan sangat menunjukan suatu ketidakpastian hukum bagi dirinya yang kini ditetapkan sebagai tersangka.

Ditegaskan Dessy, ini akan menjadi preseden buruk tidak hanya ada pada system peradilan pidana khususnya pada Lembaga Kejaksaan dalam melindungi hak – hak warga negara Indonesia.

“ saya mohon kepada Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejagung RI agar kiranya melakukan pengawasan dan pembinaan serta menindak tegas Kepala Seksi Tindak Pidana Umum yang diduga melakukan penyimpangan. Dan kiranya dapat memberikan perlindungan hukum kepada dsaya sebagai tersangka, “ pinta Dessy.

Ditambahkan Dessy, selain Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Kota Kupang, dirinya juga melaporkan Kasat Reskrim Polres Kupang Kota ke Mabes Polri tembusan Poda NTT dan Polres Kupang Kota.

“saya juga laporkan Iptu Hasri Manisye Jaha ke Mabes Polri tembusan Polda NTT dan Polers Kupang Kota. Untuk Kasi Pidum Kejari Kota Kupang saya juga laporkan ke Kejati NTT dan Kejari Kota Kupang, “ tambah Dessy.(che)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here