Beranda Kota Kupang Terdakwa Kasus Bank NTT Cabang Surabaya, Stefanus Sulayman Dituntut  18, 6  Tahun...

Terdakwa Kasus Bank NTT Cabang Surabaya, Stefanus Sulayman Dituntut  18, 6  Tahun Penjara

49
0
BERBAGI

Kupang, Kriminal.co – Selasa (17/11/2020) Pengadilan Tipikor Kupang kembali menggelar sidang kasus dugaan korupsi investasi modal kerja pada Bank NTT Cabang Surabaya Tahun 2018 lalu.

Sidang kali ini beragendakan pembacaan tuntutan untuk terdakwa Stefanus Sulayman dipimpin majelis hakim, Dju Jhonson Mira Mangngi, S. H, MH didampingi hakim anggota, Ari Prabowo dan Ali Muhtarom. Terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Dr. Mel Ndaomanu, S. H, MH. Turut hadir JPU, Herry C. Franklin, Hendrik Tiip dan Emerensiana Jehamat.

Dalam amar tuntutannya, JPU menegaskan bahwa terdakwa Stefanus Sulayman telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dengan cara melawan hukum untuk menguntungkan diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi dengan merugikan keuangan negara.

Untuk itu, terdakwa dinyatakan bersalah dan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus kredit modal kerja dan investasi jangka panjang pada Bank NTT Cabang Surabaya sehingga dituntut selama 18, 6  tahun penjara.

Selain pidana badan selama 18, 6 tahun, terdakwa juga diwajibkan untuk membayar denda sebesar Rp. 1. 000. 000. 000 subsidair 6 bulan kurungan.

Dalam tuntutan juga, JPU menegaskan bahwa terdakwa juga diwajibkan untuk membayar uang pengganti kerugian keuangan negara sebesar Rp. 60. 630. 515. 166, 00  Dan, apabila terdakwa tidak membayar uang pengganti tersebut setelah putusan hakim berkekuatan hukum tetap maka seluruh harta terdakwa akan disita untuk dilelang guna menutupi uang pengganti tersebut.

Dilanjutkan JPU, apabila seluruh harta yang disita untuk dilelang tidak juga mencukupi uang penggantin kerugian keuangan negara maka akan ditambah dengan pidana penjara selama 14 tahun.

Menurut JPU, perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diatur dan diancam dalam pasal  2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang – Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang – Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHPidana.

Usai JPU membacakan tuntutan, majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang, Dju Jhonson Mira Mangngi, S. H, MH menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda pembacaan nota pembelaan oleh kuasa hukum terdakwa.(che)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here