Beranda Kabupaten Kupang Kejati NTT Ambil Alih Kasus Hypermart Kupang, Ini Alasannya

Kejati NTT Ambil Alih Kasus Hypermart Kupang, Ini Alasannya

229
0
BERBAGI

Kupang, Kriminal.co – Rabu (2/12/2020) Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timor (Kejati) secara resmi mengambil alih kasus dugaan korupsi pengalihan aset negara oleh pihak ketiga (lahan Hypermart Kupang).

Kasus penguasaan aset oleh pihak ketiga ini diambil oleh Kejati NTT dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kupang dengan alasan kekurangan personil pada bidang Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejari Kabupaten Kupang.

“Kejaksaan Tinggi NTT secara resmi mengambil alih kasus dugaan korupsi penguasaan aset oleh pihak ketiga dikarenakan kekurangan personil atau jaksa pada bidang Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejari Kabupaten Kupang, ” demikian diungkapkan Kajari Kabupaten Kupang, Shirley Manutede, S. H, MH yang dihubungi wartawan via HP selulernya, Rabu (2/12/2020).

Dijelaskan mantan KTU Kejati NTT ini, kasus tersebut diambil alih setelah tim penyidik Tipidsus Kejari Kabupaten Kupang menggelar ekspose perkara tersebut di Kantor Kejati NTT pada hari ini, Rabu (2/12/2020).

Diakui Kajari Kabupaten ini bahwa personil pada bidang Tipidsus Kejari Kabupaten Kupang hanyalah Kasi Pidsus seorang diri. Sehingga, penuntasan kasus tersebut sedikit tersendat dikarenakan kekurangan personil.

“Hanya Kasi Pidsus saja yang kerja sendiri, Kasi Pidum banyak perkara Pidana, Kasi Intel banyak kerjaan juga. Bagaimana mau cepat tuntas kalau hanya seorang diri,” ujar Shirley.

Untuk itu, lanjut Shirley, kasus penguasaan aset negara oleh pihak ketiga (lahan Hypermart Kupang) langsung dikendalikan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Dr. Yulianto, S. H, MH.

Ditambahkan mantan Kasi Pidsus Kejari Kota Kupang ini, bahwa dalam penanganan kasus dugaan korupsi penguasaan aset negara dengan eatimasi kerugian hingga Rp. 12 miliar ini, terdapat tim gabungan dari Kejati NTT dan Kejari Kabupaten Kupang.

“Untuk mempercepat proses penanganan perkara Hypermart Kupang ini, maka dibentuk tim gabungan dari Kejati NTT dan Kejari Kabupaten Kupang,” tambah Shirley Manutede.

Masih kata Shirley, dalam kasus itu, tim penyidik Tipidsus Kejari Kabupaten Kupang telah memeriksa sedikitnya 31 orang sebagai saksi dalam perkara penguasaan aset negara oleh pihak ketiga.

Terkait dengan hasil ekspose yang digelar, kata Shirley, perkembangan kasus itu hingga saat ini tim penyidik Tipidsus Kejari Kabupaten Kupang tekah mengantongi hasil perhitungan ahli aset/aprisal serta hasil perhitungan ahli fisik dari Polteknik Negeri Kupang.(che)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here