Beranda Flores Kasus Aset Labuan Bajo, Harapan Masyarakat Ada Dipundak Kajati NTT

Kasus Aset Labuan Bajo, Harapan Masyarakat Ada Dipundak Kajati NTT

74
0
BERBAGI

Kupang, Kriminal.co – Kasus dugaan korupsi aset negara di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat yang kini sedang dilakukan penyelidikan oleh tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati NTT, mendapat perhatian khusus dari berbagai kaum intelektual di NTT.

Bahkan, banyak dukungan yang mengalir dari kaum intelektual untuk tim penyidik Tipidsus Kejati NTT lebih khususnya kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Dr. Yulianto, S. H, MH yang dengan kemampuannya dalam menuntaskan kasus dugaan korupsi aset negara yang estimasi nilai kerugiannya Rp. 3 triliun.

Dosen Fisip Undana Kupang, Lasarus Jehamat kepada wartawan, Selasa (08/12/2020) menegaskan bahwa masyarakat Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) mendambakan keadilan dan menaruh harapan besar dipundak tim penyidik Tipidsus Kejati NTT khususnya Kajati NTT, Dr. Yulianto, S. H, MH.

Dosen Fisip Undana Kupang ini meyakini bahwa tim penyidik Tipidsus Kejati NTT dan Kajati NTT, Dr. Yulianto, S. H, MH memiliki kemampuan yang luar biasa guna penuntasan kasus dugaan korupsi aset negara di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

“Masyarakat Kabupaten Manggarai Barat menaruh harapan yang besar dipundak tim penyidik Tipidsus Kejati NTT dan Kajati NTT, Dr. Yulianto, S. H, MH dalam menuntaskan kasus dugaan korupsi aset negara di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat,” ujar Jehamat.

Terkait dengan mangkirnya Rudi Suliawan selaku pemilik hotel Ayana, menurut Jehamat bahwa Rudi Suliawan harus kooperatif terhadap proses hukum yang sementara berjalan tersebut.

Dikatakan Jehamat, dengan mangkirnya atau tidak memenuhi panggilan tim penyidik Tipidsus Kejati NTT, Rudi Suliawan telah menghambat proses penyelidikan oleh Kejati NTT dalam penuntasan kasus dugaan korupsi aset negara di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

“Rudi Suliawan harus kooperatif dalam proses hukum. Dengan sikapnya yang tidak memenuhi panggilan penyidik maka Rudi Suliawan telah menghambat proses penyelidikan yang dilakukan oleh jaksa,” kata Jehamat.

Ditegaskan Jehamat, Rudi Suliawan tidak pernah merasakan bahwa itu merupakan tanah masyarakat yang dihibahkan kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat guna membangun Kabupaten Manggarai Barat demi kepentingan masyarakat umum.

“Kalau sibuk iya benar. Tapi dia harus sadar bahwa ini negara hukum jangan menghambat proses penyelidikan yang dilakukan oleh jaksa. Karena jaksa di Kejati NTT tidak saja mengurus kasus di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat,” tambah Jehamat.

Ditambahkan Jehamat, sikap dari Rudi Suliawan selaku pemilik Hotel Ayana di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat dapat mempengaruhi kinerja jaksa di Kejati NTT dalam penuntasan kasus dugaan korupsi aset negara di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

“Sekali lagi saya mau katakan bahwa harapan masyarakat Kabupaten Manggarai Barat berada di pundak Kajati NTT, Dr. Yulianto, S. H, MH. Masyarakat butuh keadilan dan saya yakin Kajati NTT sangat adil. Dukungan untuk Kajati NTT selalu ada untuk penuntasan kasus korupsi,” tutup Jehamat.(che)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here