Beranda Flores Bongkar Mafia Tanah, Kajati NTT Sebut Dua WNA Asal Italia Terima Uang...

Bongkar Mafia Tanah, Kajati NTT Sebut Dua WNA Asal Italia Terima Uang Penjualan Tanah

50
0
BERBAGI

Kupang, Kriminal.co – Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kajati NTT), Dr. Yulianto, S. H, MH, berhasil membongkar mafia tanah di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Mafia tanah ini dibuat tidak berdaya oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur dengan diungkapnya dugaan korupsi jual beli aset negara (tanah) milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai Barat yang diduga kuat melibatkan dua orang Warga Negara Asing (WNA) asal Italia.

Dua Warga Negara Asing (WNA) asal negara berjuluk negara Pizza ini diduga kuat turut menerima hasil penjualan tanah milik Pemda Kabupaten Manggarai Barat senilai Rp. 25 miliar yang dibeli oleh pemilik Hotel Ayana, Rudi Suliawan.

Kajati NTT, Dr. Yulianto, S. H, MH kepada wartawan, Sabtu (09/01/2021) menegaskan bahwa hasil penjualan aset negara milik Pemda Kabupaten Manggarai Barat senilai Rp. 25 miliar, turut dinikmati oleh dua WNA asal Italia ini.

Dijelaskan Yulianto, uang dari hasil penjualan tanah yang dibeli oleh pemilik Hotel Ayana, Rudi Suliawan diberikan kepada dua WNA melalui check dan diketahui pula bahwa terjadi manipulasi harga jual beli tanah dari Rp. 25 miliar menjadi Rp. 3 miliar untuk menghindari Akta Jual Beli (AJB).

“Tanah Pemda Manggarai Barat dibeli Rp. 25 miliar oleh Rudi Suliawan pemilik hotel Ayana. Namun, sesuai kenyataannya dimanipulasi harga jual beli senilai Rp. 3 miliar untuk menghindari AJB. Dari hasil penjualan itu juga, ada dua WNA asal Italia yang menikmati uang tersebut yang diberikan melalui check,” tegas Yulianto.

Mantan Kajari Waikabubak ini kembali menegaskan bahwa kasus dugaan korupsi dengan estimasi kerugian keuangan negara mencapai Rp. 3 Triliun ini, merupakan pintu masuk bagi kejaksaan dalam membongkar mafia tanah di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Menurut Yulianto, dengan adanya peristiwa jual beli aset negara milik Pemda Kabupaten Manggarai Barat ini, warga NTT khususnya warga Kabupaten Manggarai Barat mengalami kerugian dengan terhambatnya perkembangan perekonomian.

“Dengan adanya peristiwa jual beli aset negara di Manggarai Barat, maka perkembangan perekonomian diwilayah itu menjadi terhambat dan akibatnya masyarakat Manggarai Barat yang mengalami kerugian,” kata Yulianto.

Untuk itu, lanjut Kajati NTT, dirinya bersama tim penyidik Tipidsus Kejati NTT akan terus bergerak untuk membongkar mafia tanah di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat demi kepentingan masyarakat Kabupaten Manggarai Barat.

Yulianto kembali menegaskan bahwa Kejaksaan Tinggi NTT telah mengantongi beberapa peristiwa jual beli tanah yang berdampak pada tindak pidana. Sehingga, dirinya akan segera menuntaskan kasus dengan nilai Rp. 3 Triliun ini, dan akan dilanjutkan pada kasus berikutnya.(che)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here