Beranda Kota Kupang Dua Saksi Kasus Korupsi Bagi – Bagi Tanah, Berpeluang Ditersangkakan Hakim

Dua Saksi Kasus Korupsi Bagi – Bagi Tanah, Berpeluang Ditersangkakan Hakim

450
0
BERBAGI

Kupang, Kriminal.co – Ketua majelis hakim, Dju Jhonson Mira Mangngi, S. H, MH mengecam dua orang saksi dalam kasus dugaan korupsi bagi – bagi tanah Pemerintah Kota Kupang Tahun 2016 lalu senilai Rp. 66 miliar.

Dua orang saksi itu diantaranya Jefri Pelt dan Martin Ala Yoga Girsang. Pasalnya, dua orang saksi ini memberikan keterangan yang sangat berbeda dengan keterangan saksi Januar Dally dan Max Bunganawa.

Kedua saksi ini memberikan keterangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang saat dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum Kejati NTT untuk terdakwa Jonas Salean selaku mantan Walikota Kupang yang juga anggota DPRD NTT aktif dari Partai Golongan Karya (Golkar).

“Saya ingatkan kepada saksi jangan main – main dalam memberikan keterangan di Pengadilan Tipikor Kupang. Jangan membuat hakim dan jaksa seperti bola pimpong,” tegas Ketua majelis hakim, Dju Jhonson Mira Mangngi, S. H, MH di Pengadilan Tipikor Kupang, Senin (11/01/2021).

Dengan adanya keterangan yang berbeda dengan saksi sebelumnya, ketua majelis hakim menunda pemeriksaan kedua saksi untuk diperiksa lebih lanjut untuk dilakukan konfrontir dengan saksi Januar Dally dan Max Bunganawa.

“Ini situasi semakin panas jadi pemeriksaannya untuk saksi Jefri Pelt dan Martin Yoga Alan Girsang kita tunda serta sidang kita skors dulu untuk hadirkan saksi Januar Dally dan Max Bunganawa,” ungkap Jhonson.

Bahkan dalam persidangan ketua majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang, Dju Jhonson Mira Mangngi menegaskan akan menetapkan seseorang sebagai tersangka dengan alasan memberikan keterangan palsu dibawah sumpah.

“Saya punya kewenangan untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka jika memberikan keterangan palsu dibawah sumpah dengan ancaman 7 tahun penjara,” tegas hakim, Dju Jhonson Mira Mangngi.

Keterangan Jefri Pelt dan Martin Yoga Alan Girsang menyatakan bahwa pihaknya mengajukan permohonan secara pribadi kepada Walikota Kupang untuk mendapatkan tanah pemerintah kota kupang.

Menurut Alan Girsang permohonan untuk mendapatkan tanah pemerintah kota kupang itu diajukan sebelum dikeluarkannya SK Kapling dari Walikota Kupang berkisar bulan Oktober 2016 lalu.

Namun, keterangan kedua saksi jauh berbeda dengan saksi Januar Dally dan Max Bunganawa. Kedua saksi ini dalam persidangan sebelumnya mengaku bahwa hanya terdapat tiga orang yang mengajukan permohonan sedangkan kedua saksi ini tidak sama sekali.(che)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here