Beranda Kota Kupang Terdakwa Sebut 40 Orang Ajukan Permohonan Dapatkan Tanah Kapling

Terdakwa Sebut 40 Orang Ajukan Permohonan Dapatkan Tanah Kapling

89
0
BERBAGI

Kupang, Kriminal.co – Sidang kasus dugaan korupsi bagi – bagi tanah Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang tahun 2016 senilai Rp. 66 miliar, Senin (11/01/2021) kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang.

Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi ini dipimpin majelis hakim, Dju Jhonson Mira Mangngi, S. H, MH didampingi dua hakim anggota, Ari Prabowo dan Ibnu Kholiq. Terdakwa Jonas Salean mantan Walikota Kupang didampingi kuasa hukumnya, Dr. Yanto MP. Ekon, S. H, M. Hum, Dr. Mel Ndaomanu, S. H, MH dan Jhon Rihi, S. H. Turut hadir Jaksa Penuntut Umum, Hendrik Tiip, S. H dan Herry C. Franklin, S. H, MH.

Kali ini Jaksa Penuntut Umum menghadirkan Jefri Pelt, Martin Alan Yoga Girsang, dan dua saksi lainnya untuk dikonfrontir diantaranya, Januar Dally dan Max Bunganawa.

Dalam persidangan saksi Jefri Pelt dan Martin Alan Girsang mengaku bahwa keduanya mengajukan permohonan untuk mendapatkan tanah kapling kepada kepala daerah yakni Walikota Kupang saat itu, Jonas Salean.

Keduanya mengaku bahwa mengajukan permohonan untuk mendapatkan tanah kapling kepada kepala daerah yakni Walikota Kupang namun tidak disebutkan wilayah atau lokasi untuk mendapatkan tanah kapling dari Pemerintah Kota Kupang.

“Saya pernah mengajukan permohonan kepada kepala daerah yakni Walikota Kupang, Jonas Salean untuk mendapatkan tanah kapling milik pemerintah kota kupang,” kata saksi Jefri Pelt.

Namun, berdasarkan fakta yang terungkap saksi Jefri Pelt dan Martin Alan Yoga Girsang mendapatkan tanah kapling berdasarkan SK Walikota Kupang, Jonas Salean didepan Hotel Sasando yang kini bermasalah hukum.

Sedangkan terdakwa, Jonas Salean dalam persidangan menegaskan bahwa sebanyak 40 orang yang menerima SK Kapling dari Walikota Kupang, mengajukan permohonan untuk mendapatkan tanah kapling dari Pemerintah Kota Kupang.

“Saya pastikan bahwa 40 orang penerima SK Kapling Walikota Kupang, mengajukan permohonan untuk mendapatkan tanah kapling milik pemerintah kota kupang, ” tegas terdakwa Jonas Salean.

Ditambahkan Jonas Salean, sebanyak 40 orang baik itu pejabat, Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pihak lain, mengajukan permohonan untuk mendapatkan tanah kapling milik pemerintah kota kupang termasuk Ketua DPRD Kota Kupang.

Berbeda dengan keterangan saksi Januar Dally dan Max Bunganawa yang dikonfrontir oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang terkait dengan keterangan terdakwa.

Dalam persidangan, saksi Januar Dally menegaskan bahwa dari 40 orang yang menerima SK Kapling dari Walikota Kupang, Jonas Salean saat itu, hanyalah tiga orang yang mengajukan permohonan untuk mendapatkan tanah kapling milik Pemkot Kupang.

“Dari 40 orang yang menerima SK Kapling dari Walikota Kupang, Jonas Salean hanyalah tiga orang yang mengajukan permohonan untuk mendapatkan tanah kapling milik pemkot kupang,” tegas Januar Dally.

Ketika ditanyakan kembali oleh majelis hakim apakah benar terdapat 40 orang mengajukan permohonan untuk mendapatkan tanah kapling, dengan tegas Januar Dally mengatakan tidak benar. Yang benar adalah hanya terdapat tiga orang yang mengajukan permohonan.

“Tidak benar majelis hakim yang mulia. Yang benar itu, hanyalah tiga orang yang mengajukan permohonan yaitu istri dari mantan Sekda Kota Kupang, dan suami dan istri keluarga Lay,” tegas Januar Dally.(che)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here