Beranda Flores Kejaksaan Tinggi Ukir Sejarah Baru di Provinsi NTT

Kejaksaan Tinggi Ukir Sejarah Baru di Provinsi NTT

107
0
BERBAGI

Kupang, Kriminal.co – Untuk pertama kalinya, tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati), berhasil mengungkap kasus dugaan korupsi dengan nilai kerugian keuangan negara yang fantastis.

Bagaimana tidak, sepanjang sejarah di NTT ini untuk pertama kalinya tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati NTT menangani kasus dugaan korupsi jual beli aset negara di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat dengan nilai kerugian negara hingga Rp. 1, 3 Triliun.

Dalam kasus – kasus korupsi yang ditangani tim penyidik Kejati NTT, kasus jual beli aset Pemda Kabupaten Manggarai Barat merupakan kasus yang memecahkan rekor dengan nilai kerugian terbesar di NTT.

Dalam kasus sebelumnya, tim penyidik Tipidsus Kejati NTT menangani kasus dugaan korupsi dengan nilai kerugian hanya mencapai puluhan miliar hingga ratusan miliar untuk kasus pemberian fasilitas kredit pada Bank NTT Cabang Surabaya.

Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur, Dr. Yulianto, S. H, MH kepada wartawan, Sabtu (18/01/2021) mengaku bahwa ini merupakan kerja keras dari tim penyidik Tipidsus Kejati NTT.

Orang yang pernah mendapatkan gelar Kajari terbaik se – Indonesia ini menambahkan bahwa dalam penanganan perkara dengan nilai kerugian mencapai Rp. 1, 3 triliun ini, tidak ada tekanan apapun dari manapun.

“Terungkapnya kasus ini, merupakan kerja keras dari tim penyidik Tipidsus Kejati NTT, yang tidak mengenal lelah dalam menungkap kasus itu,” kata Yulianto.

Menurut Kajati NTT, kerugian keuangan negara dalam kasus jual beli aset negara di Labuan Bajo, Kabupaten Mangggarai Barat yang mencapai Rp. 1, 3 triliun itu merupakan hasil perhitungan dari tim ahli.

Dijelaskan Yulianto, keberhasilan tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi NTT dalam menungkap kasus itu, dikarenakan tim penyidik Tipidsus Kejati NTT memiliki  integritas dan bekerja secara profesional tanpa adanya tekanan dari manapun.

“Tim penyidik Tipidsus Kejati NTT memiliki integritas dan bekerja secara profesional sehingga penuntasan kasus ini berjalan dengan baik tanpa adanya tekanan dari pihak manapun,” kata Kajati NTT.

Dikatakan Yulianto, apa yang dilakukan oleh dirinya selaku Kajati NTT dan tim penyidik Tipidsus Kejati NTT, hanya untuk kepentingan masyarakat NTT khususnya untuk masyarakat Kabupaten Manggarai Barat.

Ditegaskan Yulianto, dirinya telah mengantongi beberapa kasus mafia tanah di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Untuk itu, dirinya dan tim penyidik Tipidsus Kejati NTT akan menuntaskan mafia tanah di Kabupaten Manggarai Barat.(che)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here