Beranda Kota Kupang Merasa Khawatir, Kajati Sulbar Kembali Datangi Bayi Yang Lahir Ditenda Pengungsian

Merasa Khawatir, Kajati Sulbar Kembali Datangi Bayi Yang Lahir Ditenda Pengungsian

38
0
BERBAGI

Sulbar, Kriminal.co – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Barat (Sulbar), Johny Manurung, S. H, MH kembali mengunjungi korban bencana alam di Mamuju.

Ini merupakan kunjungan hari ke- 9 oleh Kajati Sulbar sekaligus menyalurkan bantuan bagi warga korban bencana gempa Mamuju-Majene.

Kajati Sulbar, Johny Manurung, S. H, MH ketika menghubungi media ini, Rabu (27/01/2021) mengatakan bahwa ini merupakan kunjungan pada hari ke – 9 bagi warga korban bencana alam yang tidur dibawah tenda pengungsian.

Selain mengunjungi korban bencana alam, kata Kajati, dirinya juga turut membagikan sembako serta mengunjungi Sabriah, salah seorang ibu yang melahirkan ditenda pengungsian di kawasan Tampa Padang Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju.

Kunjungan mantan Wakajati NTT ini didampingi Asintel Kejati Sulbar, Irvan Paham Samosir, Asdatun Kejati Sulbar, Jasmaniar, Aspidsus Kejati Sulbar, Feri Mufahir, Aspidum Kejati Sulbar, Aswad Zamroddin Hakim serta timnya yang lain, dengan membawa berbagai perlengkapan bayi dan keperluan ibu berupa susu, popok, selimut, kelambu bayi, baju dan celana, kain sarung, obat-obatan, beras, air mineral serta kebutuhan lainnya.

“Saya datang lagi, ingin memastikan kesehatan bayi. Ibu jangan khawatir, apa yang diperlukan nanti sampaikan kepada saya, segala sesuatunya kita tanggulangi supaya bayi ini bisa hidup sehat ,” kata Johny.

Kelahiran bayi yang diberi nama Muksin pada Jumat, 22 Januari 2021, sekitar pukul 02.00 dini hari, di tenda darurat diketahui saat tim peduli warga terdampak gempa dari Kejati Sulbar menyalurkan bantuan ke tenda-tenda pengungsi.

Kajati Sulbar, Johny Manurung yang mendengar informasi tersebut segera mendatanginya. Kelahiran bayi tersebut mendapat perhatian serius dari putra asal Kota Kisaran, Sumut ini. Ia pun sempat menawarkan agar bayi itu dirawat di rumah jabatannya, namun ditolak ayah bayi. Pada saat itu, Johny Manurung memerintahkan petugas kesehatan memantau kesehatan bayi sambil memberikan kebutuhannya.

Dikatakan Johny, menurut penuturan ibu bayi kepada dirinya, pada tahun 2018 lalu, saat tinggal di Palu, anak perempuan kembarnya juga lahir di tengah bencana Palu saat itu menjadi korban hingga meninggal dunia. Itulah sebabnya, suaminya masih trauma dan saat seperti ini merasa lebih nyaman tinggal di tenda pengungsian.(che)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here