Beranda Kota Kupang Kejati Sulawesi Barat Amankan Rp. 783 Juta 

Kejati Sulawesi Barat Amankan Rp. 783 Juta 

27
0
BERBAGI

Sulbar, Kriminal.co – Kamis (18/02/2021) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Barat (Sulbar), berhasil mengamankan sedikitnya Rp. 783. 826. 550.

Uang bernilai ratusan juta itu merupakan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dipotong tiga persen pada setiap kepala sekolah dan disetorkan kepada fasilitator.

Kajati Sulawesi Barat, Johny Manurung, S. H, M. H kepada wartawan perteleponan mengatakan, kasus dugaan pemotongan DAK 3 persen saat ini sudah bergulir di meja penyidik. Sejumlah kepala sekolah telah mengakui memberikan uang 3 persen kepada Dinas Pendidikan provinsi Sulbar lewat fasilitator, atas perintah langsung dari pihak Disdik. Dia menyebutkan, uang 3 persen itu adalah biaya jasa sang fasilitator dalam pembuatan RAB dan desain gambar.

“Kami bisa kumpul uang kerugian negara dari fasilitator senilai Rp 700 juta lebih, dan uang itu adalah pemberian dari setiap Kepsek yang menerima DAK tahun 2020, sebagai upah jasa oleh fasilitator pembuatan RAB dan desain gambar,” kata Johny.

Menurut Johny, uang tiga persen hasil dari potongan DAK itu untuk sang fasilitator, merupakan akal-akalan dari tiga tersangka karena kata dia, pungutan uang 3 persen tidak memiliki payung hukum sehingga dinyatakan kasus ini adalah kasus pemerasan.

Dilanjutkan Johny, kemungkinan uang ini akan masih bertambah jumlahnya. Soal berapa jumlah kerugian negara, penyidik Kejati sulbar masih berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulbar, untuk mengetahui berapa besar total kerugian negara pada proyek DAK tahun 2020.

“Kerugian negaranya kami belum bisa rinci secara total, karena masih dalam perhitungan BPKP dan kasus ini masih dilakukan penyidikan tambahan. Dan bisa saja uang ini akan bertambah jumlahnya, karena bisa jadi jika para oknum tidak mau mengembalikan uang 3 persen itu akan dijadikan tersangka,” ungkap Johny.

Sebelumnnya penyidik Tipidsus Kejati Sulbar menetapkan tiga tersangka pada kasus pemotongan DAK 3 persen. Penatapan ketiga tersangka karena penyidik telah memiliki dua alat bukti yang cukup termasuk uang sejumlah Rp. 783.826.550 yang diterima oleh fasilitator.

Ketiga tersangka itu masing-masing berinisial BB yang merupakan penanggung jawab kegiatan DAK fisik, BE, wakil penanggung jawab kegiatan DAK fisik, dan AD sebagai fasilitator kegiatan. Namun, Kajati Sulbar belum bersedia merinci peran ketiga tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi itu.(che)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here