Beranda Kota Kupang Tim Kuasa Hukum Yakin Jonas Salean Divonis Bebas Ditingkat MA

Tim Kuasa Hukum Yakin Jonas Salean Divonis Bebas Ditingkat MA

79
0
BERBAGI

Kupang, Kriminal.co – Setelah terdakwa Jonas Salean divonis bebas meskipun hakim berbeda pendapat dalam pertimbangan hukumnya dalam kasus dugaan korupsi bagi – bagi tanah Pemerintah Kota Kupang Tahun 2016, Jaksa Penuntut Umum (JPU) langsung menyatakan kasasi atas putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang.

Dr. Yanto MP. Ekon, S. H. M. Hum selaku kuasa hukum kepada wartawan, Senin (22/03/2021) menegaskan bahwa terdakwa Jonas Salean dipastikan bebas atas tuduhan jaksa pada tingkat kasasi di Mahkama Agung (MA) RI.

Untuk itu, kata Yanto, saat ini tim kuasa hukum terdakwa Jonas Salean mantan Wali Kota Kupang, sedang fokus pada tingkat kasasi di Mahkama Agung (MA) RI.

“Kami meyakini bahwa terdakwa Jonas Salean akan bebas ditingkat Mahkama Agung (MA Republik Indonesia (RI),” yakin Yanto Ekon.

Dilanjutkan Yanto, tim kuasa hukum telah menerima putusan bebas pada tingkat Pengadilan Tipikor Kupang pada Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Kupang. Dan, kuasa hukum terdakwa juga telah menerima pemberitahuan kasasi.

Namun, kata Yanto, terkait dengan memori kasasi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), tim kuasa hukum terdakwa Jomas Salean belum menerima memori kasasi dari Jaksa Penuntut Umum.

“Kami masih menunggu memori kasasi dari Jaksa Penuntut Umum untuk kasis ajukan kontra memori kasasi,” ungkap Yanto.

Yanto kembali menegaskan bahwa tim kuasa hukum terdakwa Jonas Salean meyakini bahwa terdakwa bakal bebas pada tingkat kasasi di MA RI, karena putusan Pengadilan Tipikor Kupang pada PN Kelas IA Kupang sudah tepat dan benar.

“Kami yakin terdakwa Jonas Salean bebas di tingkat Mahkama Agung karena putusan Pengadilan Tipikor Kupang pada PN Kelas IA Kupang sudah benar dan tepat,” tegas Yanto Ekon.

Untuk diketahui bahwa dalam kasua itu, Jonas Salean dituntut JPU selama 12 tahun penjara, denda sebesar Rp. 1 miliar subsidair 6 bulan kurungan dan uang pengganti sebesar Rp. 750 juta subsidair 6 tahun kurungan.

Namun, majelis hakim Ari Prabowo yang bertindak sebagai ketua majelis hakim dan anggota hakim I, Liwar Awang menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana didakwakan JPU baik dakwaan Primair dan Subsidair.

Menurut Ari Prabowo dan Liwar Awang perbuatan terdakwa membagikan tanah kepada dirinya sendiri sebagai Wali Kota Kupang, Isteri, menantu, besan dan pejabat Pemkot Kupang bukanlah perbuatan melawan hukum.

Sedangkan hakim anggota II, Ibnu Kholiq menyatakan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana didakwakan JPU dalam dakwaan Primair.(che)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here