Beranda Kota Kupang Jonas Salean Masih Berstatus Terdakwa Korupsi Aset Negara

Jonas Salean Masih Berstatus Terdakwa Korupsi Aset Negara

83
0
BERBAGI

Kupang, Kriminal.co – Hingga saat ini, Jonas Salean mantan Wali Kota Kupang (anggota DPRD NTT aktif), masih berstatus sebagai terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pengalihan aset Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang Tahun 2016 lalu.

Kendati demikian, putusan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang terdapat perbedaan pendapat atau pertimbangan hukum oleh majelis hakim, terdakwa Jonas Salean dinyatakan bebas.

Kasi Penkum dan Humas Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT, Abdul Hakim, S. H kepada wartawan, Minggu (28/03/2021) menegaskan hingga detik ini, Jonas Salean masih berstatus sebagai terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pengalihan aset Pemkot Kupang.

Diakuinya, bahwa putusan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang terdakwa Jonas Salean bebas namun putusan majelis hakim pada Pengadilan Tipikor Kupang belumlah final.

“Saya tegaskan bahwa status Jonas Salean masih sebagai terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pengalihan aset Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang Tahun 2016 lalu,” tegas Abdul.

Menurut Abdul, keputusan majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang belum dinyatakan incrah atau telah berkekuatan hukum tetap, karena Jaksa Penuntut Umum masih melakukan upaya hukum Kasasi pada tingkat Mahkama Agung RI.

“Putusannya belum berkekuatan hukum tetap atau belum incrah karena jaksa masih ajukan upaya hukum Kasasi pada Mahkama Agung (MA) RI,”ujar Abdul.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum menuntut terdakwa Jonas Salean selama 12 tahun penjara dan denda sebesar Rp. 1 miliar subsidair 6 bulan kurungan.

Selain pidana badan dan denda, JPU juga menuntut terdakwa agar wajib membayar uang pengganti kerugian keuangan negara sebesar Rp. 750 juta subsidair 6 tahun penjara.

Namun, dalam putusan dua majelis hakim pada Pengadilan Tipikor Kupang yakni Ketua Majelis, Ari Prabowo dan anggota hakim I, Ngguli Liwar Awang menyatakan bahwa terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi.

Dan, perbuatan terdakwa Jonaa Salean membagi – bagikan tanah tersebut kepada dirinya sendiri, isteri, menantu, besan dan pejabat Pemkot Kupang lainnya bukan merupakan perbuatan melawan hukum.

Sedangkan, anggota hakim II, Ibnu Kholiq secara tegas dalam putusan menyatakan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus tersebut.

Menurut hakim anggota II, perbuatan terdakwa dengan membagi – bagikan tanah semasa menjadi Wali Kota Kupang kepada dirinya sendiri, isteri, menantu, besan dan pejabat Pemkot Kupang lainnya merupakan perbuatan melawan hukum.

Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi bagi – bagi tanah Pemerintah Kota Kupang dengan terdakwa Jonas Salean, Ketua Pengadilan Negeri (KPN) Maumere, Jhon Sine turut mendapatkan tanah kapling dari terdakwa Jonas Salean.(che)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here