Beranda Kota Kupang Agustinus CH. Dula : Istri Saya Beri Uang Rp. 20 Juta Untuk...

Agustinus CH. Dula : Istri Saya Beri Uang Rp. 20 Juta Untuk Terdakwa

75
0
BERBAGI

Kupang, Kriminal.co – Sidang kasus dugaan menghalang – halangi proses penyidikan (dik) kasus dugaan korupsi aset negara senilai Rp. 1, 3 Triliun di Labuan Bajo untuk terdakwa Ali Antonius, Harum Fransiskus dan Zulkarnaen Djudje kembali di Pengadilan Tipikor, Selasa (11/05/2021).

Sidang kali ini jaksa penuntut umum Kejati NTT, Hendrik Tiip, Herry C. Franklin, dan Emerensiana Jehanat menghadirkan saksi mantan Bupati Manggarai Barat, Agustinus CH. Dula. Sidang dipimpin majelis hakim, Fransiska Paula Nino didampingi hakim anggota, Nggilu Liwar Awang dan Gustaf Marpaung. Para terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Fransisco B. Bessi, Dr. Yanto MP. Ekon, Mel Ndaomanu, Jhon Rihi dan Imbo Tulung.

Saksi Agustinus CH. Dula dalam persidangan mengaku bahwa istrinya Maria A. Dadu memberikan uang senilai Rp. 10 juta hingga Rp. 20 juta kepada terdakwa Zulkarnaen Djudje.

Namun, kata saksi, uang senilai Rp. 10 juta hingga Rp. 20 juta kepada Zulkarnaen Djudje tidak diketahui tujuan dan maksudnya seperti apa namun setahu dirinya bahwa uang tersebut dipinjam oleh terdakwa Zulkarnaen Djudje untuk berangkat ke Kota Kupang.

“Ada uang sekitar Rp. 10 juta atau Rp. 20 juta yang istri saya berikan kepada terdakwa Zulkarnaen Djudje tapi tidak tahu maksudnya apa. Yang saya tahu uang itu dipinjam oleh terdakwa Zulkarnaen Djudje,” ucap saksi.

Selain itu, lanjut saksi, terdapat arahan dari terdakwa Ali Antonius kepada para saksi – saksi yang akan memberikan keterangan dalam kasus pra peradilan yang diajukan omeh dirinya di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Kupang.

Ditambahkan saksi mantan Bupati Mabar ini, terkait arahan dari terdakwa Ali Antonius tidak diketahui secara pasti isinya seperti apa karena dirinya tidak selalu hadir dalam pertemuan itu bahkan surat tersebut diketik oleh Paulus Jeramu.

“Saya akui ada arahan dari Ali Antonius selaku pengacara saya untuk pra peradilan tetapi saya tidak tahu pasti apa arahan dari Ali Antonius bahkan ada surat yang diketik oleh Paulus Jeramu,” akui Saksi Agustinus CH. Dula.

Berkaitan dengan sidang pra peradilan dirinya melawan Kejati NTT, saksi menjelaskan bahwa dirinya tidak mengikuti secara pasti. Pasalnya, seluruhnya diserahkan kepada terdakwa Ali Antonius selaku pengacaranya dalam perkara tersebut.

Ditambahkan saksi, terkait dengan surat yang diketik oleh Paulus Jeramu diketahui bahwa ditandatangani oleh terdakwa Zulkarnaen Djudje dan Harum Fransiskus di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

” ada surat pernyataan yang ditandatangani oleh Harum Fransiskus dan Zulkarnaen Djudje. Pernah baca tapi lupa isinya seperti apa surat itu yang dibuat dan ditandatangani,” ujar saksi mantan Bupati Mabar ini.

Saksi juga mengakui bahwa dirinya yang meminta terdakwa Harum Fransiskus dan Zulkarnaen Djudje untuk menjadi saksi dalam kasus pra peradilan di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Kupang.

“Iya benar. Saya yang minta kedua terdakwa yakni Harum Fransiskus dan Zulkarnaen Djudje untuk jadi saksi di PN Kelas IA Kupang dalam kasus pra peradilan,” ujar saksi Agustinus CH. Dula.

“Kedua terdakwa yakni Harum Fransiskus dan Zulkarnaen Djudje saya minta diantar ke Kupang untuk jadi saksi. Saya minta tolong kepada ponakan saya Wawan Noso yang antar ke kupang,” tambah Saksi.(che)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here