Beranda Kota Kupang Tiga Terdakwa Bantah Keterangan Mantan Bupati Manggarai Barat

Tiga Terdakwa Bantah Keterangan Mantan Bupati Manggarai Barat

124
0
BERBAGI

Kupang, Kriminal.co – Ali Antonius, Harum Fransiskus, dan Zulkarnaen Djudje terdakwa dalam kasus tindak pidana dugaan menghalang – halangi penyidikan, membantah keterangan Agustinus CH. Dula yang diajukan sebagai saksi dalam perkara tersebut di Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (11/05/2021).

Terdakwa Harum Fransiskus diakhir persidangan secara tegas mengatakan bahwa tidak ada intervensi ataupun tekanan dari siapapun dalam membuat surat pernyataan yang ditandatangani di ruang kerja Bupati Manggarai Barat (Mabar), Agustinus CH. Dula.

“Secara tegas saya katakan bahwa tidak ada intervensi dari siapapun waktu saya buat surat pernyataan yang saya tandatangani di ruang kerja saksi sebagai Bupati Manggarai Barat, Agustinus CH. Dula,” tegas terdakwa Harum Fransiskus.

Hal senada juga ditegaskan oleh terdakwa Ali Antonius dimana dirinya tidak pernah memberikan arahan kepada Harum Fransiskus dan Zulkarnaen Djudje untuk menjadi saksi dalam sidang pra peradilan di PN Kelas IA Kupang.

“Majelis hakim yang mulia, saya tegaskan bahwa saya tidak pernah berikan arahan kepada Harum Fransiskus dan Zulkarnaen Djudje untuk jadi saksi di PN Kelas IA Kupang saat sidang Pra Peradilan seperti yang dikatakan saksi Agustinus CH. Dula,” tegas Ali Antonius.

Ditambahkan terdakwa Zulkarnaen Djudje, tidak pernah ada arahan dari siapapun ataupun Ali Antonius dalam membuat surat pernyataan yang ditandatangani oleh diirnya dan Harum Fransiskus di ruang kerja Bupati Mabar, Agustinus CH. Dula.

Ditambahkan Zulkarnaen, surat pernyataan tersebut dibuat sendiri oleh Harum Fransiskus. Sebelum ditandatangani dirinya membaca isi surat tersebut.

“Soal kata saksi Agustinus CH. Dula bahwa ada arahan itu tidak benar. Yang buat suratnya Harum Fransiskus. Sebelum kami tandatangan kami baca dulu isi suratnya,” tegas Zulkarnaen.

Ditambahkan Ali Antonius, seluruh pembicaraan antara Harum Fransiskus dan Zulkarnaen Djudje didengarkan oleh saksi Agustinus CH. Dula, karena saat itu saksi turut mendengarkan pembicaraan diruang kerja saksi.

Sedangkan saksi Agustinus CH. Dula saat itu menegaskan bahwa tetap pada keterangannya bahwa ada terdapat arahan dari Ali Antonius namun tidak jelas seperti apa arahannya.

Bahkan, lanjut saksi, dirinya merasa tidak mau mengajukan pra peradilan terkait penetapan dirinya sebagai tersangka. Karena dirinya merasa akan menjadi lebih berat nantinya dan diakui bahwa saat ini menjadi berat.

Sidang kasus dugaan tindak pidana menghalang – halangi penyidikan dipimpin majelis hakim, Fransiska Paula Nino didampingi hakim anggota, Nggilu Liwar Awang dan Gustaf Marpaung. Turut hadir kuasa hukum ketiga terdakwa Dr. Yanto MP. Ekon, Dr. Mel Ndaomanu, Jhon Rihi, Fransisco B. Bessi dan Imbo Tulung. Serta JPU Kejati NTT, Herry C. Franklin, Hendrik Tiip dan Emerensiana Jehamat.(che)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here