Beranda Alor Kasi Pidsus : Kami Masih Dalami Dugaan Keterlibatan Oknum Anggota DPRD Alor

Kasi Pidsus : Kami Masih Dalami Dugaan Keterlibatan Oknum Anggota DPRD Alor

134
0
BERBAGI

Foto : Kasi Pidsus Kejari Alor, Agustina K. Dekuanan, S. H, M. H

Kupang, Kriminal.co – Hingga saat ini tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Alor, masih mendalami dugaan keterlibatan oknum anggota DPRD Kabupaten Alor, SB.

SB oknum anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Alor diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi Penyalahgunaan Keuangan pada Sekretariat DPRD Kabupaten Alor Tahun 2013 senilai Rp. 500 juta.

Dalam kasus ini, telah menyeret dua nama yakni Achmad Maro (terpidana) dan mantan bendahara pada Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Alor, Mufaza Husna yang kini sedang menjalani proses hukum di Pengadilan Tipikor Kupang.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kabupaten Alor, Agustina K. Dekuanan, S. H, M. H yang dihubungi wartawan belum lama ini mengaku bahwa berdasarkan hasil ekspose yang dilakukan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT, perlu dilakukan lagi pendalaman terkait dugaan keterlibatan oknum anggota Banggar pada DPRD Kabupaten Alor, SB.

“Hasil ekspose di Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT beberapa waktu lalu, diperintahkan untuk kembali mendalami dugaan keterlibatan oknum anggota DPRD Kabupaten Alor, SB,” ungkap Agustin.

Menyoal dugaan keterlibatan anggota DPRD Kabupaten Alor ini, lanjut Agustin, akan didalami kembali berdasarkan alat bukti serta fakta persidangan yang akan terungkap nantinya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang.

Menurut Agustin, dalam persidangan sebelumnya dimana dengan terdakwa Achmad Maro yang kini terpidana disebut bahwa dirinya dan terdakwa Mufaza Husna memberikan uang kepada anggota Banggar DPRD Kabupaten Alor dengan inisial SB.

“Saya akui bahwa dalam persidangan sebelumnya terpidana Achmad Maro dan terdakwa Mufaza Husna sebut kalau mereka berikan uangnya kepada SB selaku anggota Banggar pada DPRD Kabupaten Alor,” terang Agustin.

Ditegaskan Agustin, jika dalam persidangan terdakwa Mufaza Husna terungkap alat bukti yang cukup terkait dugaan keterlibatan oknum anggota DPRD Kabupaten Alor, maka dipastikan akan dijadikan sebagai tersangka.

“Jika alat buktinya cukup berdasarkan fakta persidangan maka secara jelas kami akan minta pertanggung jawaban dari oknum anggota DPRD Kabupaten Alor yang juga anggota Banggar, SB,” tegas Agustin.(che)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here