Beranda Flores Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Destinasi Jembatan Apung di Lembata

Jaksa Teliti Berkas Tersangka Kasus Destinasi Jembatan Apung di Lembata

66
0
BERBAGI

Kupang, Kriminal.co –  Kasus dugaan korupsi pekerjaan pembangunan destinasi wisata jembatan apung dan kolam apung di Pulau Siput Awolong, Kabupaten Lembata, Polda NTT telah menetapkan tiga (3) tersangka diantaranya, SS selaku PPK dan AYT selaku kontraktor pelaksana serta MAB selaku konsultan perencana.

Dalam kasus dugaan korupsi tersebut, dua berkas tersangka yakni SS dan MAB masih sementara diteliti oleh jaksa peneliti berkas perkara pada Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT).

Ditreskrimum Polda NTT, Kombes Pol. Johanes Bangun kepada wartawan belum lama ini mengaku bahwa berkas telah dikirim ke jaksa peneliti berkas perkara pada Kejati NTT sejak beberapa waktu lalu, namun masih diteliti oleh jaksa peneliti berkas perkara.

“Berkasnya sudah kami kirim ke jaksa peneliti berkas di Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur. Dan, sampai saat ini masih diteliti oleh jaksa di Kejati NTT,” terang Jo Bangun.

Terpisah, Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim, S. H yang dikonfirmasi wartawan membenarkan bahwa berkas perkara tersebut dengan tersangka MAB masih sementara diteliti oleh jaksa peneliti berkas perkara.

“Iya benar. Berkasnya masih sementara diteliti oleh jaksa peneliti berkas perkara,” ungkap Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT ini.

Selain MAB, kata Abdul, jaksa peneliti berkas perkara juga meneliti berkas perkara tersebut untuk tersangka lainnya yakni SS selaku pejabat komitmen (PPK).

Menurut Abdul, berkas perkara akan diteliti sesuai dengan waktu yang ada yakni selama empat belas (14) hari. Jika dinyatakan lengkap maka akan dinyatakan lengkap namun jika dinyatakan belum lengkap maka akan dikembalikan disertai dengan petunjuk dari jaksa peneliti berkas perkara.

“Sementara diteliti jika sudah lengkap maka akan diberitahukan secara resmi kepada Polda NTT bahwa sudah lengkap. Jika belum maka akan dikembalikan berkas perkaranya disertai petunjuk yang harus dipenuhi oleh penyidik Tipikor Polda NTT,” sebut Abdul.

Untuk diketahui proyek pekerjaan pembangunan destinasi wisata  jembatan apung dan kolam apung tahun 2018 – 2019 ini senilai Rp. 6. 892. 900. 000.

Akibat perbuatan para tersangka dalam proyek pekerjaan ini, negara mengalami kerugian keuangan sebesar Rp. 1. 446. 891. 718, berdasarkan hasil audit perhitungan kerugian negara oleh ahli.(che)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here