Beranda Flores David Andre Pratama dan Karni Ilyas Disebut Dalam Kasus Korupsi Rp. 1,...

David Andre Pratama dan Karni Ilyas Disebut Dalam Kasus Korupsi Rp. 1, 3 Triliun

75
0
BERBAGI

Kupang, Kriminal.co – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang kembali menggelar sidang kasus dugaan korupsi aset negara senilai Rp. 1, 3 miliar di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Sidang kali ini dipimpin ketua majelis hakim, Fransiska Paula Nino didampingi hakim anggota, Nggilu Liwar Awang dan Gustaf Marpaung. Para terdakwa didampingi kuasa hukumnya masing – masing, Joshua Nainatun, Paskhalis Boat, Fredom Radja dan Marsel Radja. Turut hadir JPU, Herry C. Franklin, Hendrik Tiip dan Emerensiana Jehamat.

Sidang kali ini JPU Kejati NTT menghadirkan Caitano Soares mantan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Manggarai Barat untuk diperiksa sebagai saksi bagi terdakwa Massimliano De Revisiis, Nazzardo Fabio, Ente Puasa, Dai Kayus, Supardi Tahiya, Haji Sukri dan Mahmud Nip.

Dalam persidangan, saksi Caitano Soares mengaku bahwa pernah ada pengajuan penerbitan Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama David Andre Pratama dan Karni Ilyas oleh M. Achyar (terdakwa kasus dugaan korupsi Labuan Bajo) kepada BPN Kabupaten Manggarai Barat.

Menurut saksi, saat itu dirinya selaku ASN pada BPN Kabupaten Manggarai Barat yang membidangi kepala seksi penerangan hukum pada BPN Kabupaten Labuan Bajo. Saat itu juga ada pengajuan atas nama Amran Aliman untuk mengurus Panitia A.

Namun, pengusulan nama Amran Aliman untuk panitia A untuk mengurus tanah seluas 30 Ha dipending atas permintaan Kepala BPN Kabupaten Manggarai Barat karena adanya klaim dari beberapa pihak yakni H. Adam Djudje (alm) dan Niko Naput di Tahun 2018.

Saksi menjelaskan bahwa pengajuan permohonan penerbitan SHM atas tanah tersebut di bulan Juli tahun 2019 lalu terdapat nama David Andre Pratama oleh M. Achyar.

“Di tahun 2019 ada pengajuan penerbitan sertifikat hak milik (SHM) atas nama David Andre Pratama dan Karni Ilyas oleh M. Achyar,” sebut saksi Caitano Soares yang saat itu berada dibagian seksi sengketa BPN Kabupaten Manggarai Barat.

Ditambahkan Saksi, selain David Andre Pratama, Karni Ilyas, ada permohonan penerbitan SHM atas nama Gabriel Mahal di BPN Kabupaten Manggarai Barat oleh M. Achyar.

Namun, lanjut saksi, karena diploting alm. H. Adam Djudje terkait tanah yang dimaksud, maka ditolak oleh pihak BPN Kabupaten Manggarai Barat. Tidak sampai disitu. Pengajuan permohonan penerbitan SHM oleh M. Achyar kembali terulang namun kali ini menggunakan alas hak atas nama alm. H. Adam Djudje untuk Karni Ilyas dan Gabriel Mahal.

Terkait permohonan penerbitan SHM atas nama David Andre Pratama, tambah saksi, terdapat surat Bupati Manggarai Barat, Agustinus CH. Dula tertanggal 8 Januari 2018, yang isinya menyatakan bahwa Pemda Manggarai Barat tidak memiliki tanah di Keranga.

Ditegaskan saksi, terdapat vila countener yang sudah dibangun diatas lahan yang sama, dimana vila countener tersebut merupakan milik dari David Andre Pratama.

“Saat itu, setahu saya sudah ada bangunan berupa vila countener yang mana itu merupakan milik dari David Andre Pratama,” kata saksi Caitano Soares.

Ditegaskan saksi, pengajuan permohonan SHM atas nama Andre David Pratama, tidak bisa diterbitkan oleh BPN Kabupaten Manggarai Barat karena SHM yang diajukan berada didalam lahan Pemda Kabupaten Manggarai Barat.

“Karena permintaan penerbitan sertifikat hak milik (SHM) atas nama David Andre Pratama berada didalam lahan Pemda Kabupaten Manggarai Barat, maka Kepala BPN Manggarai Barat, I Mades Anom menolak untuk terbitkan SHM atas nama David Andre Pratama,” tegas saksi.(che)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here