Beranda Kabupaten Kupang Jaksa Lirik Proyek Jalan Bokong – Lelogama, Rp. 175 Miliar

Jaksa Lirik Proyek Jalan Bokong – Lelogama, Rp. 175 Miliar

48
0
BERBAGI

Foto : Kondisi jalan saat diabadikan di lokasi proyek tanggal 15 Juni 2020 lalu (dok)

Kupang, Kriminal.co – Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) kini tengah mengarahkan pandangannya pada proyek pekerjaan ruas jalan Bokong – Lelogama, Kabupaten Kupang senilai Rp. 175 Miliar Tahun 2019 lalu.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan dari warga setempat yang enggan disebutkan namanya di Bokong – Lelogama mengaku bahwa pernah melihat sejumlah orang menggunakan baju kemeja dan menggunakan celana panjang berwarna coklat menggunakan mobil dinas mendatangi lokasi.

Terlihat dua orang yang menggunakan celana panjang berwarna coklat ini turun dari mobil dinas dan memeriksa ruas jalan Bokong – Lelogama yang pertama pada segmen I di Desa Tuapanaf hingga Desa Hueknutu.

Sumber tersebut menyebutkan bahwa oknum pegawai yang menggunakan celana panjang berwarna coklat ini datang pada pagi hari dan menelusuri sepanjang jalan Bokong – lelogama.

“Iya ada yang datang periksa jalannya tapi saya tidak tahu orangnya siapa. Mereka pakai celana lanjang warna coklat tetapi menggunakan baju biasa tetapi kemeja,” ujar sumber itu.

Dilanjutnya, tetapi dirinya tidak tahu secara pasti nama dari oknum yang berbaju coklat dan berpangkat itu, yang mana kedua orang tersebut tidak tinggi dan menggunakan kaca mata.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Dr. Yulianto, S. H, M. H yang pernah dikonfirmasi wartawan di Kantor Kejati NTT belum lama ini ketika hendak pulang kantor mengaku bahwa proyek jalan Bokong – Lelogama tim pernah turun ke lapangan.

Menurut Yulianto, terkait proyek jalan Bokong – Lelogama masih dalam proses dan akan dilakukan bertahap setelah beberapa kasus korupsi yang ditangani Kejaksaan Tinggi NTT dituntaskan di Pengadilan Tipikor Kupang.

“Iya tim sudah pernah turun ke lapangan dan saya dilaporkan oleh Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT. Tapi untuk sementara kita majukan satunpersatu dulu karena banyak kasus yang ditangani Kejati NTT. Kasian juga penuntut umumnya nanti bisa kewalahan saat sidang nanti,” kata Yulianto.

Ditegaskan Yulianto, dipastikan akan ditindaklanjuti sesuai dengan temuan tim ketika turun kelokasi proyek jalan Bokong – Lelogama. Jika, dalam temuan terindikasi korulsi maka akan ditindaklanjuti.

Terpisah, Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (KasinPenkum dan Humas) Kejati NTT, Abdul Hakim, S. H ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (27/05/2021) enggan menjawab pertanyaan wartawan terkait proyek jalan Bokong – Lelogama, Kabupaten Kupang senilai Rp. 175 Miliar.

Untuk diketahui juga bahwa saat tim turun ke lokasi proyek Jalan Bokong – Lelogama, didapati salah satu kontraktor berjenis kelamin perempuan yang sedang mengerjakan jembatan kecil (deker) sebanyak 18 buah di Segmen 4.

Untuk diketahui, dari data proyek Jalan Bokong-Lelogama yang dihimpun, Segmen I pengerjaannya 9,5 km dari Desa Tuapanaf – Desa Hueknutu dengan pagu anggaran sebesar Rp 37.572.959.990 dan nilai kontrak 35.404.931.000. Proyek itu dikerjakan oleh PT. Nusa Jaya Abadi.

Segmen II, 10 km di Desa Hueknutu dengan pagu Rp 40.384.538.000 dan nilai kontra Rp 37.874.437.000.
Segmen III, 10 km dari Hueknutu – Kauniki dengan pagu Rp 48.794.204.000 dan kontrak Rp 46.777.83.000. Dikerjakan oleh PT. Bumi Permai Nusantara.

Dan Segmen IV, 10,5 km dari Desa Oh’aem 2 – Kelurahan Lelogama dengan pagu Rp 48.801.710.000 dan nilai kontrak Rp 48.303.121.000 Dikerjakan oleh PT. Berlian Exial Murni.(che)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here