Beranda Flores Rugikan Negara Ratusan Juta, Kejari Manggarai Tahan Dua Tersangka Korupsi

Rugikan Negara Ratusan Juta, Kejari Manggarai Tahan Dua Tersangka Korupsi

56
0
BERBAGI

Ruteng, Kriminal.co – Senin (31/05/2021) malam Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Manggarai, menahan, Donatus Su mantan Kepala Desa (Kades) Lemarang, Kecamatan Reok Barat, dan Katarina Rensi selaku bendahara.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi, pengelolaan Anggaran Dana Desa (ADD) di Desa Lemarang, Kecamatan Reok Barat Kabupaten Manggarai Tahun Anggaran 2017 – 2018.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Manggarai, Bayu Sugiri, S. H, M. H kepada wartawan menjelaskan, dalam pengelolaan Dana Desa pada Desa Lemarang untuk tahun anggaran 2017 – 2018, dianggarkan untuk pelaksanaan tujuh (7) pembangunan fisik.

Namun dalam pelaksanaannya, kata Bayu, Tim Pengelola Kegiatan (TPK) tidak berfungsi secara maksimal karena Tim TPK hanya mengontrol material yang diperlukan di lokasi pekerjaan dan melaporkan kepada kepala Desa secara lisan.

“Berdasarkan keterangan para Tersangka yang menjadi TPK, mereka menerangkan bahwa seluruh tahapan pelaksanaan kegiatan dikerjakan sendiri oleh Kepala Desa Lemarang, baik dalam pemesanan dan pembelian seluruh material untuk pelaksanaan pembangunan,” kata Bayu.

Bayu menjelaskan, proses pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) di Desa Lemarang, Tahun Anggaran 2017 dan Tahun Anggaran 2018 dilakukan dengan mekanisme yang tidak sesuai peraturan perundang-undangan.

Saat itu, lanjut Kajari, Kepala Desa Lemarang membuat Surat Perintah Pembayaran sendiri tanpa ada proses verifikasi dari Sekretaris Desa dan fungsi dari Tersangka Katarina Rensi selaku Bendahara tidak berjalan sebagaimana mestinya, karena Tersangka Katarina Rensi tidak pernah mengelola ataupun memegang uang.

“Begitu pula untuk teknis pembelian material untuk kegiatan pembangunan dan pembayaran ongkos tukang, dibayar langsung oleh Tersangka Donatus Su,” kata Bayu.

Dalam pembayaran pembelian material, Tersangka Katarina Rensi tidak mengetahui berapa sebenarnya yang harus dibayarkan, karena Tersangka Donatus Su sendiri yang memesan barang ke toko dan Tersangka Donatus Su sendiri yang melakukan pembayaran ke toko.

Namun Tersangka Donatus Su sama sekali tidak pernah menyerahkan nota-nota rill pembelian bahan-bahan material kepada Tersangka Katarina Rensi, sehingga Tersangka Katarina Rensi tidak mengetahui pengeluaran uang sebenarnya dipergunakan untuk apa saja.

Kajari Manggarai menjelasakan, untuk mempertanggung jawabkan uang yang telah dipergunakan, maka Tersangka  Donatus Su meminta operator dan Tersangka Katarina Rensi untuk membuat Laporan Pertanggung Jawaban.

Dalam Laporan Pertanggung Jawaban tersebut, dibuatkan kwitansi yang disesuaikan dengan rencana anggaran biaya (RAB) dan dilampirkan nota dukung yang fiktif, karena nota dukung tersebut bukan merupakan nota atas pengeluaran yang sebenarnya.

“Penahanan dalam tahap penyidikan ini akan dilakukan selama 20 hari mulai tanggal 31 Mei 2021 sampai dengan 19 Juni 2021,”ujarnya.

Terhadap masing-masing Tersangka  yang akan diserahkan di Ruang Tahanan Polres Manggarai,  dikarenakan Rumah Tahanan Ruteng tidak menerima Tahanan yang belum memiliki Penetapan Pengadilan.

“berdasarkan hasil Perhitungan  Kerugian Keuangan Negara oleh Ahli negara mengalami kerugian hingga Rp. 229.972.566,00,” sebut Bayu.(che)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here