Beranda Kabupaten Kupang Beli Motor Pake Dana Desa, Jaksa Tahan Bendahara Desa Kolabe

Beli Motor Pake Dana Desa, Jaksa Tahan Bendahara Desa Kolabe

160
0
BERBAGI

Foto : Kajari Kabupaten Kupang, Shirley Manutede, S. H, M. H

Kupang, Kriminal.co – Tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kupang, kembali menahan satu (1) tersangka lagi dalam kasus dugaan korupsi anggaran dana desa (ADD) di Desa Kolabe, Kabupaten Kupang, Rabu (30/06/2021).

Kali ini, tim penyidik Tipidsus Kejari Kabupaten Kupang menahan dan menetapkan bendahara desa Kolabe, Jeheskiel Apus. Jeheskiel Apus merupakan tersangka kedua dalam kasus itu setelah Kepala Desa (Kades) Kolabe, Albert Zefanya Nompetus disidangkan di Pengadilan Tipikor Kupang dan kini menjadi terpidana korupsi add di Desa Kolabe.

Kajari Kabupaten Kupang, Shirley Manutede, S. H, M. H kepada wartawan, membenarkan adanya penetapan dan penahanan terhadap Jeheskiel Apus selaku Bendahara Desa Kolabe.

Dijelaskan Shirley, Jeheskiel ditetapkan dan ditahan Kejari Kabupaten Kupang karena diduga turut bersama – sama dengan terpidana Albert Zefanya Nompetus dalam kasus korupsi pengelolaan ADD di Desa Kolabe.

“Iya benar. Kami tetapkan dan tahan Jeheskiel Apus sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana desa di Desa Kolabe,” kata mantan KTU Kejati NTT ini.

Menurut Shirley, sebelum ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka, Jeheskiel diperiksa terlebih dahulu oleh tim penyidik Tipidsus Kejari Kabupaten Kupang. Bahkan, sebelum ditahan, tersangka diperiksa kesehatannya oleh tim medis dan dinyatakan sehat serta layak untuk ditahan.

Ditambahkan mantan Kasi Pidsus Kejari Kota Kupang ini, tersangka bersama – sama dengan terpidana Albert Zefanya Nompetus melakukan tindak pidana korupsi dengan cara melakukan pemotongan tunjangan honor perangkat desa atau badan pemusyawaratan desa (BPD).

Selain itu, kata Shirley, tersangka juga membeli sepeda motor atas nama pribadi menggunakan dana desa, menggunakan dana desa untuk kepentingan pribadi dan kepala desa, mengeluarkan biaya penyertaan modal BUMDes secara fiktif, melakukan belanja barang dengan cara mark up harga, melakukan pekerjaan fisik bangunan dengan cara mark up harga dan fijtif. Serta, tidak melalukan penyetoran ke saldo kas pada tahun sebelumnya.

Ditegaskan Shirley, akibat perbuatan tersangka secara bersama – sama dengan terpidana Albert Zefanya Nompetus, negara mengalami kerugian keuangan sebesar Rp. 1. 028. 678. 585.

“Untuk berkas tersangka, segera dirampungkan untuk dilimpahkan ke tahap penuntutan oleh penyidik,” tutup Shirley Manutede.(che)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here