Beranda Kabupaten Kupang Ini Prestasi Jaksa Bidang Datun Kejari Kabupaten Kupang

Ini Prestasi Jaksa Bidang Datun Kejari Kabupaten Kupang

99
0
BERBAGI

Kupang, Kriminal.co – Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) pada Kejaksaan, ternyata memiliki peran penting dalam penyelamatan keuangan negara.

Bukan saja pada bidang pidana umum (Pidum) dan bidang pidana khusus (Pidsus) yang memiliki peran dalam penyelamatan kerugian keuangan negara dan aset daerah.

Terbukti, saat ini bidang Datun pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kupang melalui Jaksa Pengacara Negara (JPN), berhasil menyelamatkan aset Kementerian Kominfo senilai Rp. 17, 5 miliar dalam perkara perdata.

Untuk itu, jaksa pengacara negara (JPN) atau bidang Datun pada Kejaksaan memiliki peran penting dalam menjalankan tugasnya demi kepentingan penyelamatan aset negara dan keuangan negara.

“Disinilah letak tugas dan fungsi jaksa di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, yang belum banyak diketahui masyarakat luas,  bahwa jaksa tidak saja berperan sebagai jaksa penyidik pada tindak pidana korupsi, jaksa penuntut umum pada tindak pidana khusus dan  tindak pidana umum, tetapi juga sebagai jaksa pengacara negara untuk perkara perdata dan Tun,” kata Kajari Kabupaten Kupang, Shirley Manutede, S. H, M. H kepada wartawan, Jumat (02/07/2021) pagi.

Dalam perkara perdata (gugatan atas tanah milik kementrian kominfo), kata Shirley, JPN pada Kejari Kabupaten Kupang berusaha dengan segala potensi yang ada dengan waktu yang ada, tenaga dan kecakapan SDM dalam berargumentasi di pengadilan, para JPN berhasil menyelamatkan aset negara milik Kementerian Kominfo senilai Rp. 17, 5 miliar.

Menurut Shirley, sidang perkara perdata selalu memakan waktu yang cukup lama untuk pembuktian. Seperti perkara gugatan tanah milik Kementerian Kominfo. Dimana, sidang yang digelar berlangsung selama sembilan (9) bulan baru mendapatkan keputusan.

“Persidangan dilaksanan setiap minggu, bahkan seminggu dua kali sidang saat pemeriksaan saksi – saksi, sementara jumlah tenaga JPN terbatas dan juga harus merangkap kerja sebagai Jaksa Penyidik untuk perkara Tipikor dan sekaligus Jaksa Penuntut Umum  dalam perkara tindak pidana khusus juga tindak pidana pidum,” terang mantan KTU Kejati NTT ini.

Namun, kata Shirley, keterbatasan personil Jaksa tidak menjadi alasan bagi Kejari Kabupaten Kupang untuk tidak berprestasi.

“Kejari Kabupaten Kupang meskipun memiliki personil yang terbatas, tetapi terus bergerak dan berkarya untuk negeri dan institus tercinta,” tutup Shirley.(che)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here