Beranda Timor Kejari TTU Pulihkan Kerugian Negara Rp. 1, 1 Miliar

Kejari TTU Pulihkan Kerugian Negara Rp. 1, 1 Miliar

33
0
BERBAGI

TTU, Kriminal.co – Semenjak dipimpin oleh Robert Jimmy Lambila, S. H, M. H, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp. 1, 1 miliar.

Uang negara sebesar Rp. 1, 1 miliar itu, Kejari Kabupaten TTU baru menangani 4 perkara kasus dugaan korupsi, dengan jumlah tersangka mencapai 8 orang (8 berkas kasus) yakni kasus dugaan korupsi pengadaan alkes di RSUD TTU dengan 3 tersangka, kasus dana desa Botof 1 tersangka, kasus dana desa Birunatun 1 tersangka, serta kasus dana Naikake B 2 tersangka.

“Dari 4 kasus tersebut, Kejaksaan Negeri TTU berhasil memulihkan kembali keuangan negara sebesar kurang lebih Rp1,1 miliar,” kata Kajari Kabupaten TTU, Robert Jimmy Lambila, S. H, M. H kepada wartawan, Sabtu (24/07/2021).

Dijelaskan Lambila, untuk kasus dugaan korupsi pengadaan alkes dengan nilai kerugian negara mencapai Rp. 450 juta yang berhasil dikembalikan sebesar Rp. 150 juta.

Sedangkan untuk kasus dana desa Naikake B dengan nilai kerugian negara mencapai Rp. 1,7 miliar, yang berhasil dikembalikan berupa uang tunai Rp. 250 juta, sejumlah mata uang dolar, 2 unit dump truck, 1 unit mesin moleng dan 1 unit mesin cetak batako.

Sedangkan untuk kasus dana desa Birunatun dengan dugaan kerugian negara sebesar Rp. 1,5 miliar hanya berhasil disita 1 unit dump truck, 1 unit mesin cetak batako dan 1 mesin moleng tanpa ada uang tunai.

Sementara kasus dana desa Botof yang awalnya ditaksasi kerugian negara sebesar Rp. 2,1 miliar, setelah dihitung kembali kerugian yang terjadi dalam kasus tersebut sebesar Rp. 1,73 miliar.

Dari kasus tersebut berhasil dikembalikan kerugian negara sebesar Rp. 185 juta. Untuk kasus dana desa Letneo Selatan dengan kerugian negara sebesar Rp. 900 juta yang berhasil dikembalikan sebesar Rp. 54 juta.

“Untuk uang tunai yang berhasil kita pulihkan sebesar Rp. 650 juta lebih, dan untuk 3 unit dump truck serta mesin cetak batako dan mesin moleng maka kita taksasi seluruhnya yang berhasil kita pulihkan sebesar Rp. 1,1 miliar,” ungkap Lambila.(che)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here