Beranda Kota Kupang Kasus Bank NTT Rp. 50 M,  Penyidik Kejar Saksi Hingga Ke Medan

Kasus Bank NTT Rp. 50 M,  Penyidik Kejar Saksi Hingga Ke Medan

28
0
BERBAGI

Kupang, Kriminal.co – Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT), rupanya serius dalam penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi senilai Rp. 50 miliar di Bank NTT.

Pasalnya, tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati NTT, telah bekerja maksimal dengan melakukan pemeriksaan saksi – saksi baik di Kota Kupang hingga ke Medan.

Kajati NTT, Dr. Yulianto, S. H, M. H kepada wartawan, Selasa (07/09/2021) secara tegas mengatakan bahwa kasus dugaan korupsi pembelian MTN pada PT. Sunprima Nusantara Finance senilai Rp. 50 miliar, sedang dalam proses penyelidikan penyidik Tipidsus Kejati NTT.

“Kasusnya masih dalam proses penyelidikan oleh tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT,” kata Yulianto.

Menurut Kajati NTT, tim penyidik Tipidsus Kejati NTT telah bekerja secara maksimal guna menuntaskan kasus dugaan korupsi pembelian MTN pada PT. SNP senilai Rp. 50 miliar di tahun 2018 lalu.

Ditegaskan Kajati NTT, jika dalam proses penyelidikan ditemukan perbuatan melawan hukum (PMH) maka dipastikan kasus itu akan dilanjutkan. Namun, jika tidak ditemukan perbuatan melawan hukumnya maka akan dihentikan.

“Sekali lagi saya tegaskan jika dalam penyelidikan penyidik temukan perbuatan melawan hukum maka saya pastikan kasusnya akan ditingkatkan statusnya tapi jika tidak maka saya akan hentikan kasusnya,” tegas Kajati.

Menurut Kajati NTT, saat ini posisi Bank NTT dalam kondisi yang sehat dikarenakan kinerja Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Alex Riwu Kaho, yang sangat luar biasa dan perlu diberikan apresiasi.

“Pertahankan kinerja yang baik ini ya Pak Dirut. Saya apresiasi karena kinerja yang luar biasa. Is the best pak Dirut. Pertahankan ya,” ujar Kajati.

Ditambahkan Kajati, kasus ini terjadi di tahun 2018 lalu, dimana saat itu Direktur Utama (Dirut) Bank NTT saat ini menjabat sebagai Kepala Divisi jadi kasusnya terjadi bukan di tahun 2021.

“Kita profesional saja. Kasusnya terjadi di tahun 2018 lalu sebelum Dirut yang sekarang menjabat sebagai Kepala Divisi (Kadiv),” kata Kajati NTT, sambil menoleh ke arah Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho yang saat itu hadir dalam konfrensi pers.(che)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here