Beranda Kota Kupang Yohanes Rumat : Bank NTT Jangan Anggap Kurator Itu Pahlawan

Yohanes Rumat : Bank NTT Jangan Anggap Kurator Itu Pahlawan

18
0
BERBAGI

Kupang, Kriminal.co – Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) Yohanes Rumat mempertanyakan kurator yang digunakan Bank NTT untuk menghitung aset PT NSP guna kembalikan dana Rp50 miliar milik Bank NTT yang diinvestasikan.

Untuk itu, Bank NTT jangan menganggap bahwa kurator itu sebagai pahlawan untuk menuntaskan kasus  atau masalah pembelian MTN senilai Rp. 50 miliar oleh Bank NTT dari PT. SNP.

“Kurator jangan dianggap sebagai pahlawan untuk tuntaskan masalah ini. Ini patut diduga juga jangan sampai kurator abal-abal,” tegas Yohanes Rumat kepada wartawan, (20/11/2021)

Menurut Rumat, dana MTN Rp. 50 miliar yang digunakan sebagai penyertaan modal salah prosedur. Ini yang Bank NTT harus pikir kembali. Karena di tempat lain PT. NSP berhutang sampai Rp. 1, 2 triliun.

“Sebelum dicairkan Bank NTT PT. SNP itu sudah bermasalah,” ujarnya.

Rumat mengatakan bisa dibayangkan jika aset PT. NSP tersebut telah digunakan untuk membayar hutang Rp. 1, 2 miliar, maka aset Bank NTT senilai Rp. 50 miliar juga hangus.

“Jadi apa yang mau dibicarakan soal kuratornya. Kurator ini istilahnya melihat kembali jaminan- jaminan yang harus ditarik, tapi perusahaan ini sudah dinyatakan pailit. Berarti diduga ada unsur kesengajaan, tanpa melakukan penelitian atau syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh PT. NSP,” katanya.

Karena itu, sebagai anggota DPRD NTT yang mewakili rakyat NTT mendorong kejaksaan segera menuntaskan kasus ini yang telah berproses di Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT).

“Kami mendorong jaksa benar-benar melihat persoalan ini secara riil. Tidak boleh masuk dalam wilayah politik,” tegasnya.

Untuk diketahui BPK RI perwakilan NTT menemukan potensi kerugian negara sebesar Rp. 50 miliar di Bank NTT terkait penyertaan modal senilai Rp. 50 miliar di PT NSP.(che)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here