Beranda Kabupaten Kupang JPU Sebut Saksi Wehelmina Tabais Kefan Berlindung Dibalik Lupa

JPU Sebut Saksi Wehelmina Tabais Kefan Berlindung Dibalik Lupa

14
0
BERBAGI

Kupang, Kriminal.co – Mantan Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Wehelmina Tabais Kefan, mengaku lupa terkait dengan syarat – syarat untuk dilakukan penghapusan terhadap asset Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kupang berupa tanah dan bangunan.

Wehelmina Tabais Kefan dalam persidangan dalam kasus dugaan korupsi pengalihan asset berupa tanah dan bangunan senilai Rp. 9 miliar di Pengadilan Tipikor Kupang menegaskan bahwa dirinya lupa akan syarat – syarat untuk dilakukan penghapusan asset tersebut.

Dijelaskan Wehelmina, dirinya hanya menandatangani persetejuan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Kupang turut menandatangani persetujuan untuk dilakukan penghapusan asset berupa tanah dan bangunan.

Ditambahkan Wehelmina, dirinya dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Kupang menyetujui penghapusan asset itu karena telah dilalui pengkajian oleh tim yang dibentuk oleh Bupati Kupang.

Dalam persidangan, saksi Wehelmina Tabais Kefan menyatakan selalu lupa karena usia yang sudah tua dan ingatan akan proses ini sudah kurang baik lagi.

Pernyataan saksi Wehelmina Tabais Kefan yang selalu mengaku lupa akan proses ini, dicunter oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati NTT, Herry C. Franklin, S. H, M. H.

Menurut JPU, saksi jangan selalu lupa akan proses penghapusan asset oleh Pemda Kabupaten Kupang terhadap asset dan bangunan.

“Saksi jangan berlindung dibalik lupa. Massa semua prosesnya dilupakan,” kata Herry.

Ditambahkan Herry, secara kasat mata fisik saksi masih bisa dikategorikan mengingat proses – proses bahkan syarat pengahapusan terhadap asset daerah.

Saksi Wehelmina secara tegas mengatakan bahwa Jaksa Penuntut Umum tidak mengetahui secara fisik dirinya yang normal. Karena dirinya yang mengetahui kondisi fisik tubuhnya.

Dalam kesempatan itu, Beni Taopan selaku kuasa hukum terdakwa Ibrahim Medah kepada majelis hakim meminta agar JPU tidak menekan saksi dalam memberikan keterangan.

Sidang kasus dugaan korupsi pengalihan asset Pemda Kabupaten Kupang berupa tanah dan bangunan senilai Rp. 9 miliar dengan terdakwa Ibrahim A. Medah dipimpin majelis hakim Derman Parlungguan Nababan didampingi hakim anggota Y. Teddy Windiartono, dan Lizbet Adelina. Turut hadir JPU, Herry C. Frankkin, Hendrik Tiip dan Emi Jehamat serta turut hadir kuasa hukum terdakwa Dr. Yanto MP. Ekon, Dr. Mel Ndaomanu dan Jhon Rihi cs.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here