Beranda Kota Kupang Kasus Penganiayaan Dihentikan, Kejari TTU Selamatkan Pelaku Dari Jeratan Hukum

Kasus Penganiayaan Dihentikan, Kejari TTU Selamatkan Pelaku Dari Jeratan Hukum

176
0
BERBAGI

TTU, Kriminal.co – Kejaksaan Negeri (Kejari), Timor Tengah Utara (TTU), akhirnya menghentikan penuntutan dalam kasus dugaan tindak pidana penganiayaan untuk tersangka Yanuarius Taopan, warga Desa Bisafe, Kecamatan Musi, terhadap Primus Sila.

Kasus dugaan tindak penganiayaan tersebut dihentikan oleh Kejari Kabupaten TTU, setelah dilakukan upaya restoratif justice (RJ) dimana korban dan pelaku telah melakukan perdamaian sebelumnya dihadapan para tokoh adat.

Dengan dasar itulah, Kejari Kabupaten TTU mengusulkan penghentian penuntutan perkara tersebut kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT yang kemudian diusulkan ke Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jam – Pidum) Kejagung RI dan disetujui untuk dilakukan penghentian penuntutan perkara tersebut.

Demikian diungkapkan Kajari Kabupaten TTU, Roberth Jimmy Lambila, S. H, M. H dalam rilis yang diterima wartawan, Selasa (16/08/2022) pagi tadi.

Dijelaskan Roberth, dalam kasus ini pelaku dan korban telah melakukan perdamaian di kampung, disaksikan oleh tokoh adat dan masyarakat. Namun, berkas perkara penganiayaan tersebut telah dinyatakan P21dan dilimpahkan kepada pihaknya.

Setelah melihat fakta-fakta yang ada, dirinya selaku Kajari memerintahkan Kasi Pidum untuk mengupayakan restorasi justice.

“Ternyata setelah kita undang ke sini, korban dan tersangka bersama tokoh adat dan masyarakat setuju. Kita langsung usulkan ke Kejati dan Bapak Kajati usulkan ke Jaksa Agung Muda¬† Pidana Umum (Jam Pidum). Tadi pagi kita gelar perkara, dari Jam Pidum memberikan petunjuk untuk menyetujui penuntutan perkara ini dihentikan dengan alasan restorasi justice,”terang Roberth.

Tujuan dari hukum, lanjut mantan Kasi Dik Kejati NTT ini, bukan hanya kepastian hukum, melainkan juga kemanfaatan dan keadilan bagi masyarakat pencari keadilan.

Ditambahkannya, dengan memperhatikan aspek kemanfaatan dan keadilan, maka perkara tersebut dihentikan tentunya sesuai dengan sejumlah ketentuan yaitu hanya untuk perkara yang ancaman pidananya tidak lebih dari 5 tahun, sudah ada perdamaian, ganti rugi, dan sebagainya.

“Jadi, kita bersyukur hari ini kita bisa selamatkan satu orang. Dia bisa kembali ke keluarganya yang menunggu, termasuk saudaranya di kampung. Pesan saya kepada tersangka, kesempatan restorasi justice ini hanya sekali, jika melakukan lagi, maka tidak ada kesempatan,”ungkapnya.

Sebagai Kajari TTU, katanya, sangat berterima kasih kepada korban karena telah berbesar hati memaafkan, serta kepada para tokoh adat yang sudah berperan mengedepankan kearifan lokal, budaya, dan hukum adat.

Menurut Kajari, tersangka Yanuarius Taopan, mengaku sangat bersyukur dengan upaya restorasi justice yang dilakukan oleh Kejari TTU. Ia juga berterima kasih kepada korban yang ikhlas memaafkannya, sehingga proses perdamaian bisa berlangsung dan berujung pada restorasi justice.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here