Home Kabupaten Kupang Anita Gah Pastikan Lapor PKBM Harapan Bangsa ke Jaksa

Anita Gah Pastikan Lapor PKBM Harapan Bangsa ke Jaksa

993
0
SHARE

Kupang, Kriminal.co – Anita Jacoba Gah, anggota DPR RI memastikan akan melaporkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Harapan Bangsa kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kupang.

Pasalnya, dirinya menilai bahwa dalam pengelolaan dana Program Indonesia Pintar (PIP) oleh PKBM Harapan Bangsa diduga kuat syarat akan tindak pidana korupsi.

“Dalam waktu dekat saya bersama tim akan melaporkan dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana PIP oleh PKBM Harapan Bangsa kepada Kejari Kabupaten Kupang,” kata anggota DPR RI, Anita Jacoba Gah kepada wartawan, Senin (26/11) di Kupang.

Menurut Anita, kuat dugaan bahwa dalam pengelolaan dana PIP oleh PKBM Harapan Bangsa dibawah kepemimpinan Petrus Allung syarat akan korupsi.

Untuk itu, lanjutnya, dirinya bersama-sama dengan tim segera melaporkan PKBM Harapan Bangsa kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kupang.

Ditambahkannya, PKBM Harapan Bangsa diduga kuat tidak mengantongi ijin dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Kupang.

“Saya sudah tanya ke Dinas P dan K Kabupaten Kupang ternyata PKBM Harapan Bangsa tidak punya ijin,”terang Anita.

Dilanjutkannya, terkait dengan alasan Direktur PKBM Harapan Bangsa, Petrus Allung bahwa dirinya mendapatkan ijin operasional dari Dinas P dan K Kota Kupang itu hal yang mustahil.

“Masa daerah operasinya di Kabupaten Kupang, ijinnya dari Dinas P dan K Kota Kupang. Sangat tidak masuk akal,”ujar Anita.

Disesalkan Anita, dana PIP untuk setiap siswa dipotong Rp 50 ribu/orang. Sedangkan aturan tidak diperbolehkan adanya potongan dalam bentuk apapun serta alasan apapun.

Bukan saja itu, tambah Anita, setiap anak didik yang ingin mendapatkan dana PIP dari PKBM Harapan Bangsa wajib membayar uang pendaftaran sebesar Rp 100 ribu/orang.

“Sudah potong Rp 50 ribu/orang lalu mau dapat dana PIP harus bayar uang pendaftaran Rp 100 ribu/orang. Jangan bodohi masyarakat karena itu sudah menjadi hak paten mereka,” sesal Anita.

Sebelumnya, Aksa M. Nenobesi mengakui jika dirinya yang merekrut penerima dana PIP di Desa Besmarak, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang.

Dimana, kata Aksa, setiap penerima dana PIP wajib membayar Rp 100 ribu yang merupakan uang pendaftaran.

Ditambahkan Aksa, dirinya juga pernah menyetor sejumlah uang senilai Rp 20 juta kepada pihak PKBM Harapan Bangsa dari hasil pendaftaran penerima dana PIP. (che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here