Home Kota Kupang Apa Benar, Ada Bekingan Oknum Pejabat Dalam Kasus MTN???

Apa Benar, Ada Bekingan Oknum Pejabat Dalam Kasus MTN???

353
0
SHARE

Kupang, Kriminal.co – Kasus dugaan korupsi pembelian Medium Term Note (MTN) oleh Bank NTT senilai Rp. 50 miliar dari PT. SNP Finance, takkan tuntas ditangan penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT).

Pasalnya, dalam kasus ini kuat dugaan adanya tekanan dari kalangan pejabat di NTT bahkan hingga “gedung bundar” di Jakarta, yang terkenal saat ini mampu menuntaskan sejumlah kasus besar hingga puluhan triliunan.

Berdasarkan hasil investigas serta informasi yang dihimpun media ini menyebutkan bahwa Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kajati NTT), Hutama Wisnu, S. H, M. H, telah mengeluarkan disposisi untuk dilakukan audit investigas oleh BPK Pusat.

Namun, anehnya dokumen atau disposisi untuk dilakukan audit investigasi itu bisa beredar luas dikalangan pejabat hingga direspon oleh pejabat yang mengetahuinya.

Dan, yang lebih aneh lagi disposisi yang bersifat rahasia ini diketahui oleh pejabat yang bukan dari kalangan institusi Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT).

Bahkan, informasi yang berhasil dhimpun oleh media ini, ketika disposisi dari Kajati NTT, Hutama Wisnu, S. H, M. H, dikeluarkan salah satu oknum pejabat di NTT, menghubungi salah satu pejabat pada institusi terkait disposisi untuk dilakukan audit investigasi oleh BPK Pusat.

Usai dihubungi oleh salah satu oknum pejabat di NTT kepada oknum pejabat pada institusi Kejaksaan, hingga saat ini kasus dugaan korupsi MTN senilai Rp. 50 miliar menjadi kabur bahkan penyidik Tipidsus Kejati NTT menjadi “loyo” untuk menuntaskan kasus itu.

Kajati NTT, Hutama Wisnu, S. H, M. H yang dikonfirmasi melalui Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim, S. H, Senin (22/08/2022) malam menegaskan bahwa tidak ada tekanan apapun dan dari siapapun dalam penuntasan kasus dugaan korupsi pembelian MTN oleh Bank NTT senilai Rp. 50 miliar.

“Kami tegaskan bahwa tidak ada tekanan dari siapapun dalam kasus MTN Bank NTT. Dan, saya mau tegaskan kami akan menelusuri oknum siapa yang menyebarkan isu miring tersebut,” tegas Abdul.

Masih menurut Abdul, penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati NTT, hingga saat ini bekerja secara profesional dalam menuntaskan kasus dugaan korupsi MTN di Bank NTT.

Ditambahkan Abdul, saat ini kasus tersebut telah terpenuhi unsur perbuatan melawan hukum (PMH). Sehingga, bakal dilakukan pendalaman lebih jauh terkait kerugian keuangan negara dengan melakukan pemeriksaan terhadap ahli dari BPK RI.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here