Home Kota Kupang Araksi NTT Bakal Ungkap Dugaan Permainan Buruk Dalam Kasus Embung di TTU

Araksi NTT Bakal Ungkap Dugaan Permainan Buruk Dalam Kasus Embung di TTU

284
0
SHARE

Kupang, Kriminal.co – Ketua Araksi NTT, Alfred Baun merasa menjadi terdakwa saat diperiksa sebagai saksi pelapor dalam kasus dugaan korupsi pekerjaan embung di Desa Nifuboke, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) senilai Rp. 880. 000. 000.

Pasalnya, saat diperiksa sebagai saksi pelapor dalam kasus itu oleh Yoni Malaka selaku Kasi C pada Bidang Intelejen Kejati NTT dirinya dicerca dengan berbagai pertanyaan – pertanyaan yang mana penyidik Yoni Malaka menjadikan dirinya seperti hakim dan dirinya sebagai terdakwa.

“Saya heran saya diposisikan sebagai terdakwa dan penyidik Yoni Malaka sebagai hakim. Padahal, saya ini sebagai saksi pelapor yang melaporkan kasus dugaan korupsi embung di Kabupaten TTU,” kata┬áKetua Aliansi Rakyat Anti Korupsi (ARAKSI) Nusa Tenggara Timur (NTT), Alfred Baun yang dihubungi perteleponan, Rabu (16/11/2022) sore tadi.

Menurutnya, Araksi NTT telah berupaya semaksimal mungkin dalam membuka kasus dugaan korupsi pekerjaan Embung senilai Rp. 880. 000. 000 yang diduga syarat akan Korupsi Kolusi Nepotismes (KKN).

Yang membuat dirinya menjadi seperti terdakwa, kata dia, karena pertanyaan – pertanyaan yang diajukan kepada dirinya selaku saksi pelapor oleh penyidik Intelejen Kejati NTT, Yoni Malaka dianggap sebagai lawan dalam sebuah pertandingan.

“Seharusnya Bidang Intelejen Kejati NTT itu berterima kasih kepada Araksi NTT yang sudah melaporkan dan membuka kasus dugaan korupsi embung di TTU bukan malah sebaliknya membuat Araksi NTT sebagai terdakwa,” ungkap Alfred.

Melihat sikap penyidik Yoni Malaka, lanjut Alfred, dirinya pertanyakan kinerja dan tugas dari Kejati NTT. Seharusnya, penyidik Kejati NTT yang berupaya untuk membuktikan adanya dugaan KKN dalam proyek itu bukan sebaliknya meminta Araksi NTT sebagai saksi pelapor yang membuktikannya.

“Tugas jaksa sebenarnya apa. Masa kami sebagai saksi pelapor yang diminta untuk buktikan dugaan KKN dalam proyek embung itu. Seharusnya jaksa yang bertugas untuk membuktikan hal itu bukan saksi pelapor,” heran Alfred Baun.

Ditegaskan Alfred, dirinya akan membongkar siapa saja dibalik permainan ini sehingga membuat kasus dugaan korupsi pada embung di TTU menjadi tidak jelas penanganannya oleh Kejati NTT.

“Saya sudah mendapatkan informasi tentang dugaan adanya permainan buruk Oleh oknum oknum Jaksa di kejaksaan Tinggi NTT yang bermain di balik kasus ini. Semoga dalam waktu singkat ini Araksi NTT mengungkap siapa oknum jaksa itu bermain untuk membuat kasus ini menjadi Kabur,” tegas Alfred Baun.

Dikatakan Alfred, dirinya merasa curiga dengan konstruksi pertanyaan yang dilontarkan oleh penyidik Yoni Malaka ketika diperiksa sebagai saksi pelapor.

“Saya merasa heran dengan pertanyaan pertama yang meminta saya sebagai ketua Umum ARAKSI NTT untuk membuktikan laporan saya. Pertanyaan seperti pertanyaan hakim kepada Jaksa Penuntut umum dalam sidang Di pengadilan, tetapi saya berupaya untuk menjawab setiap pertanyaan dari dengan apa adanya,” heran Alfred.

“Saya menduga kuat ada kepentingan terselubung dibalik kasus ini. Kami sedang mendalami sejumlah Informasi yang berkaitan dgn penanganan kasus ini, karena diduga ada upaya untuk Penyidik mengaburkan kasus ini. Ini adalah dugaan yang sedang kami dalami untuk mengungkap kebenaran ini,” tambah Alfred.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here