Home Kota Kupang Begini Pesan Jaksa Agung Lewat Mantan Kajati NTT, Dr. Sunarta, S. H,...

Begini Pesan Jaksa Agung Lewat Mantan Kajati NTT, Dr. Sunarta, S. H, M. H

153
0
SHARE

Jakarta, Kriminal.co – Acara Pembukaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan LXXIX (79) Gelombang I Tahun 2022 yang dibuka pada Rabu 18 Mei 2022 dan diikuti 320 (tiga ratus dua puluh) orang peserta PPPJ, resmi dibuka oleh Wakil Jaksa Agung RI, Dr. Sunarta, S. H, M. H, Rabu (18/05/2022) kemarin.

Pendidikan dan pelatihan (diklat) pembentukan jaksa (PPPJ) angkatan LXXIX (79) gelombang I Tahun 2022 ini diikuti oleh 320 orang peserta PPPJ.

Berdasarkan rilis yang diterima media ini, Jaksa Agung RI, ST. Burhanuddin dalam arahannya yang dibacakan mantan Kajati NTT, Dr. Sunarta ini mengingatkan bahwa PPPJ bukan hanya sekedar mendidik dan melatih para peserta untuk memiliki keterampilan sebagai seorang Jaksa, tetapi lebih dari itu yakni PPPJ juga sekaligus membentuk karakter dan integritas seorang Jaksa untuk dapat menjalankan tugas, fungsi dan wewenang secara profesional yang didasarkan pada nilai-nilai Tri Krama Adhyaksa, doktrin yang harus melekat di sanubari setiap insan Adhyaksa.

“Diklat yang akan saudara tempuh adalah pondasi pertama dan utama setiap Jaksa. Dalam kegiatan diklat ini saudara akan ditempa dan dibentuk karakternya dengan harapan agar menjadi Jaksa yang ideal, yaitu Jaksa yang mampu menyeimbangkan antara kecerdasan dengan hati nuraninya. Dalam diklat ini sangat diharapkan nilai-nilai Tri Krama Adhyaksa tertanam dalam sanubari saudara sekalian karena doktrin Tri Krama Adhayksa adalah Roh bagi setiap Insan Adhyaksa,” kata Dr. Sunarta saat membacakan arahan jaksa agung.

Oleh karena itu, Jaksa Agung RI menyampaikan PPPJ merupakan proses metamorfosa pegawai Kejaksaan, dari seorang staf tata usaha menjadi pejabat fungsional Jaksa. Perubahan ini tentu sangat signifikan, baik dari segi kewenangan, hak dan kewajiban, serta perilaku hidupnya.

“Perubahan kedudukan tersebut harus diimbangi dengan perubahan mental, pola pikir, dan pola kerja yang berorientasi pada integritas dan profesionalitas, sehingga mampu mengeliminir penyalahgunaan kewenangan dalam bertugas,” ucapnya.

Selain itu, Jaksa Agung RI juga menyampaikan bahwa seluruh peserta PPPJ harus menyadari bahwa seorang Jaksa adalah penegak hukum yang memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat dengan kompleksitas tugas yang tinggi.

“Jaksa disamping bertindak sebagai Penuntut Umum yang merupakan tugas pokoknya, da juga harus mampu mengemban tugas lainnya sebagai Penyidik, sebagai Jaksa Pengacara Negara, sekaligus juga harus mampu melaksanakan fungsi intelijen. Untuk itu, saudara harus memahami betul tanggung jawab dan konsekuensi yang melekat sebagai seorang Jaksa,” katanya.

Jaksa Agung RI menyampaikan bahwa sebagai aparat penegak hukum, Jaksa terikat pada kode perilaku Jaksa yang mengatur tentang kewajiban dan larangan yang harus dipatuhi. Oleh karena itu, pelajari dan pahami ketentuan yang tercantum dalam kode etik perilaku Jaksa tersebut agar gerak langkah saudara nanti apabila telah dilantik sebagai Jaksa selalu sesuai dengan norma perilaku Jaksa.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here