Home Kota Kupang Belum Ada Kata Damai, Kasus Ketua DPRD Sumba Timur Ditahan Kejati NTT

Belum Ada Kata Damai, Kasus Ketua DPRD Sumba Timur Ditahan Kejati NTT

149
0
SHARE

Kupang, Kriminal.co – Hingga saat ini, kasus pencemaran nama baik dengan tersangka Ketua DPRD Kabupaten Sumba Timur, Ali Oemar Fadag belum juga dilimpahkan ke Pengadilan oleh Kejati NTT untuk disidangkan.

Alasan belum dilimpahkannya perkara antara Ketua DPRD Kabupaten Sumba Timur, Ali Oemar Fadaq dan Mantan Bupati Sumba Timur, Gideon Mbiliyora oleh Kejati NTT hanya karena masih dilakukan Restorasi Justice (RJ).

“Kami masih menunggu jalur Restorasi Justice (RJ) yang sementara dilakukan. Jika berhasil, maka kasua akan dihentikan,” kata Asisten Tindak Pidana Umum (As Pidum) Kejati NTT, Muhamad Ihsan, S. H, M. H keoada wartawan, Senin (28/03/2022) kemarin.

Asisten Tindak Pidana Umum Kejati NTT, M. Ihsan mengakui bahwa memang benar kasus dugaan tindak pidana pencemaran nama baik ini telah dilakukan tahap II oleh pihak Polres Sumba Timur.

“Iya benar. Kasusnya sudah dilakukan tahap II oleh Polisi tapi kami masih menunggu proses Restorasi Justice (RJ) yang sementara dilakukan,” ujarnya.

Ketika ditanya, jika RJ yang dilakukan kembali gagal, As Pidum Kejati NTT menegaskan bahwa kasus tersebut segera dilimpahkan ke Pengadilan untuk disidangkan.

Mengenai restorasi justice (RJ), harus memenuhi beberapa syarat diantaranya korban menginginkan perdamaian disaksikan oleh pihak keluarga dan tokoh agama serta pelaku berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Namun, hingga saat ini syarat – syarat tersebut belum dipenuhi oleh terduga dalam kasus dugaan tindak pidana pencemaran nama baik Ali Oemar Fadag (Ketua DPRD Kabupaten Sumba Timur).

Sebelumnya, Matnius Remijaya kepada wartawan, menjelaskan kasus pencemaran nama baik hingga saat ini belum mendapat kepastian hukum dari Kejari Sumba Timur.

Matnius Remijaya berharap kasus ini dapat segera dilimpahkan ke pengadilan untuk mendapatkan keputusan hukum yang final.

Ia mengaku pihaknya tidak akan menempuh jalan damai.“Harapan kami paling tidak dalam bulan inilah, kasus ini bisa disidangkan, supaya keadilan itu bisa terjawab. Kalau pengamatan kami tidak ada lagi perdamaian karena sudah terbukti setelah dilakukan perdamaian dua kali restorative justice, namun pihak tersangka tidak menunjukkan rasa penyesalan,” katanya.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here