Home Kota Kupang Bocornya Dokumen Institusi, Upaya Menghambat Penuntasan Kasus Bank NTT

Bocornya Dokumen Institusi, Upaya Menghambat Penuntasan Kasus Bank NTT

623
0
SHARE

Kupang, Kriminal.co – Bocornya dokumen rahasia institusi Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT), berdampak pada lambannya penanganan kasus tindak pidana korupsi pembelian MTN senilai Rp. 50 miliar oleh Bank NTT dari PT. SNP Finance.

Dokumen rahasia berupa disposisi Kajati NTT, Hutama Wisnu, S. H, M. H kepada bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati NTT untuk meminta BPK RI melakukan audit investigasi ternyata disebarluaskan oleh oknum internal Kejati NTT.

Menanggapi hal ini, ahli hukum pidana pada Unwira Kupang, Mikael Feka menyesalkan peristiwa bocornya dokumen rahasia berupa disposisi Kajati NTT, Hutama Wisnu, S. H, M. H untuk dilakukan audit investigasi guna penuntasan kasus dugaan korupsi di Bank NTT senilai Rp. 50 miliar.

Menurut Mikael, seharusnya dokumen rahasia pada sebuah institusi tidak mungkin dibocor jika bukan dari internal sendiri yang menyebar luaskan dokumen tersebut diluar institusi.

“Saya sangat sesalkan, bagaimana bisa dokumen rahasia pada isnstitusi bisa bocor ke luar institusi. Saya minta periksa seluruh pegawai pada Kejati NTT,” kata Mikael Feka kepada wartawan, Rabu (24/08/2022).

Ditegaskan Mikael, dengan bocormya dokumen rahasia institusi Kejaksaan, menunjukan bahwa adanya penyusup ditubuh internal yang hendak menghambat proses penuntasan sebuah tindak pidana korupsi.

“Inikan namanya penyusup. Saya yakin Kajati NTT, Hutama Wisnu bisa mencari tahu dan mengetahui siapa oknum yang membocorkan dokumen itu,” ungkap Mikael.

Mikael kembali menegaskan bahwa dengan dibocorkannya dokumen rahasia diluar institusi akan berdampak buruk pada penuntasan kasus korupsi di NTT. Pasalnya, oknum tersebut yang jelas memiliki niat buruk dengan menghambat proses penyidikan kasus senilai Rp. 50 miliar di Bank NTT.

“Kajati NTT, Hutama Wisnu harus ambil sikap tegas untuk dilakukan pemeriksaan terhadap seluruh pegawai di tubuh internal Kejati NTT. Ini namanya oknum menghambat proses penyidikan kasus Rp. 50 miliar di Bank NTT,” harap Mikael.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here