Home Kota Kupang Demi Kedamaian, Kejari TTU Hentikan Penuntutan Kasus Penganiayaan

Demi Kedamaian, Kejari TTU Hentikan Penuntutan Kasus Penganiayaan

86
0
SHARE

TTU, Kriminal.co – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), kembali berhasil mendamaikan kasus penganiayaan di Kabupaten TTU, Kmais (03/11/2022).

Perdamaian ini merupakan kesekian kalinya dilakukan oleh Kejaari Kabupaten TTU hanya untuk kepentingan kemanusiaan dan kedamaian warga Kabupaten TTU dalam kehidupan bermasyarakat.

Kasus penganiayaan ini tersangka Oktovianus W. Hartun disangka melanggar 351 ayat (1) KUHP. Dimana, Adrianus Lalian merupakan korban dalam kasus penganiayaan tersebut.

Kajari Kabupaten TTU, Roberth Jimmy Lambila, S. H, M. H melalui Kasi Intel Kejari Kabupaten TTU, Hendrik Tiip, S. H kepada wartawan menegaskan proses perdamaian dalam kasus penganiayaan dipimpin langsung oleh Kajari Kabupaten TTU, Roberth Jimmy Lambila, S. H, M. H.

Dijelaskan Hendrik, kasus penganiayaan ini tersangka Oktovianus W. Hartun disangka melanggar pasal 351 ayat (1) KUHP. Dan, korban dalam kasus ini yakni Adrianus Lalian.

Bahwa pelaksanaan proses perdamaian di pimpin oleh Kepala Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara, Roberth Jimmy Lambila, S. H, M. H didampingi Penuntut Umum selaku Fasilitator Mumahad M. S. Wijaksana, Kirenius P. Tacoy dan Ahmad Fauzi,” sebut Hendrik.

Dalam proses perdamaian, kata dia, tersangka Oktovianus W. Hartun didampingi keluarga, sedangka korban Adrianus Lalian juga didampingi keluarga serta kuasa hukum dari tersangka.

Dijelaskannya, pelaksanaan proses perdamaian oleh Jaksa Penuntut Umum selaku fasilitator berhasil dengan ditandai dengan Penandatangan Berita Acara Proses Perdamaian Berhasil (RJ-20) yang ditanda tangani oleh tersangka Oktovianus W. Hartun, Adrianus Lalian (saksi korban), Wilfridus Abatah (tokoh masyarakat), Yoseph P. Boantanoe (kuasa hukum), Muhamad Wijaksana dan Kirenius Tacoy selaku penuntut umum dan fasilitator.

Masih menurut Hendrik, diharapkan dengan adanya perdamaian antara tersangka dan korban, peristiwa yang dialami oleh korban tidak lagi terulang.

Ditambahkannya, hukum tidak semata – mata untuk menghukum orang ataupun memenjarakan seseorang namun hukum juga bisa memanusiakan seseorang demi kepentingan kemanusiaan.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here