Home Kota Kupang Deretan Kajari Akui Pers Punya Andil Dalam Ungkap Kasus Korupsi

Deretan Kajari Akui Pers Punya Andil Dalam Ungkap Kasus Korupsi

211
0
SHARE

Kupang, Kriminal.co – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Roberth Jimmy Lambila, S. H, M. H, mengakui bahwa pers (jurnalis) memiliki peran penting bagi Aparat Penegak Hukum (APH) khususnya bagi Kejaksaan.

Dimana, pers memiliki pengawasan yang sangat ketat bagi APH dalam penegakan hukum diwilayah kerja masing – masing dan ini suatu hal terpenting yang dilakukan oleh pers.

“Saya harus mengakui bahwa pers memiliki peran sangat penting bagi aparat penegak hukum (APH) khususnya kejaksaan dan ini sangat luar biasa,” kata Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila, S. H, M. H, Rabub(09/02/2021) bertepatan dengan Hari Pers Nasional (HPN).

Menurut Lambila, melalui pemberitaan pers telah memberikan warning atau rambu – rambu kepada APH dalam menjalankan tugasnya dengan mengendepankan integritas dan profesionalisme yang tinggi.

Dijelaskan Lambila, peran penting pers bagi APH yang mana berbagai informasi terkait berbagai kasus terutama kasus korupsi, yang mana penyidik dapat mengumpulkan data melalui pemberitaan – pemberitaan ataupun informasi.

“Bagi APH, pers memiliki fungsi yang sangat strategis dalam memberikan informasi kepada penyidik yang mana penyidij belum memiliki data namun melalui pers data dapat diperoleh. Ini sangatlah penting peran pers ini,” akui Kajari TTU.

“Pers juga membantu penyidik atau aparat penegak hukum dalam membongkar kasus – kasus korupsi yang terjadi ditengah – tengah masyarakat,” tambah Kajari, Lambila.

Sebagai Kajari TTU, katanya, sangat mengapresiasi kinerja pers selama dirinya bertugas sebagai Kajari Kabupaten TTU. Untuk itu, sebagai Kajari TTU sudah selayaknya memberikan apresiasi kepada pers atau jurnalistik yang memberikan sumbangsi bagi APH.

“Saya mengucapkan selamat Hari Pers Nasional (HPN) bagi seluruh insan pers dimana saja, teruslah berkarya dan berjaya dalam memberikan yang terbaik bagi nusa dan bangsa,” tutup Kajari TTU ini.

Terpisah, Kajari Klungkung, Shirley Manutede, S. H, M. H mengatakan diusia ke – 76 Tahun ini, pers dinilai telah memberikan kontribusi yang besar bagi bangsa dan negara menuju perubahan yang lebih baik lagi kedepannya.
Pers memiliki peran penting sebagai Akselerator Perubahan ekonomi di Indonesia.

Menurut Kajari, Pers dan seluruh stakeholdernya bersama-sama Pemerintah menghadapi berbagai masalah bangsa.
Masalah  bangsa saat ini adalah masalah korupsi, intoleransi dan radikalisme yang dapat menggangu sendi – sendi kehidupan bangsa. Masalah lain yg sangat menyita perhatian dunia juga adalah melawan pandemi covid – 19.

Dilanjutkan mantan KTU Kejati NTT ini, peran Pers dan Penegak Hukum diharapkan berkolaborasi memberi warna dalam perjuangan melawan masalah bangsa ini yaitu untuk memberantas korupsi, melawan intoleransi dan mencegah terjadinya radikalisme serta menekan penyebaran pandemi covid 19.

“Semuanya bertujuan pemulihan ekonomi untuk kesejahteraan bangsa dan negara,” kata mantan Kasi Pidsus Kejari Kota Kupang ini.

“Pers saya anggap sebagai mitra dan sebagai sumber informasi. Oleh karena itu, saya harap pers bisa memberikan dan memberitakan informasi secara baik dan benar.  Kadang bisa saja info itu baik. Tapi belum tentu benar.  Oleh karena itu. Baik dan benar itu wajib disampaikan oleh pers,” tambah Shirley.

Sebagai Kajari Klungkung dirinya berharap kiranya insan pers sebagai mitra tetap  mengutamakan dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan selalu ”cover both site”.

Menurutnya, hindari framing  negatif yang jauh dari kondisi faktual yang sebenarnya.  Sehingga seseorang tidak  mengalami “ trial by the pers “. Jaya dan Bravo Jajaran Pers Indonesia Pada Umumnya.

Menirut Shirley, peran pers selama ini sudah sangat membantu memberi informasi kepada publik. Hal itu merupakan  bentuk kontrol. Untuk itu, diharapkan semua pihak membantu mendukung pers memberikan informasi.

“Jangan menutup informasi yang perlu diketahui publik, yang perlu diperbaiki adalah hindari memberikan hal yang berbau hoaks.  Dan juga pers harus lebih berani menyatakan kebenaran di atas segalanya,” katanya.

Dilanjutkannya, saat ini yang diperlukan adalah bukan saja insan pers yang cerdas, tapi yang berhati nurani, Oleh karena itu insan pers diharapkan terus mengasah diri dengan meningkatkan SDM dan meningkatkan atitude insan pers.

Selain dua kajari terbaik itu, Kajari Kabupaten Kupang, Ridwan Sujana Angsar, S. H, M. H mengaku bahwa APH khususnya kejaksaan merupakan mitra yang tidak bisa dipisahkan dengan pers.

Menurutnya, pers memiliki andil yang besar dalam mengontrol kinerja jaksa untuk bekerja secara profesional dan menjaga marwah institusi kejaksaan.

“Saya akui bahwa pers mampu meningkatkan elektabilitas jaksa. Dan pers mampu mengontrol aph untuk bekerja secara profesional serta menjaga marwah institusi,” katanya.(che)

 

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here