Home Kota Kupang Diduga Ketua Panwas Kota, Beli Perhiasan Gunakan Dana Pilkada

Diduga Ketua Panwas Kota, Beli Perhiasan Gunakan Dana Pilkada

484
0
SHARE
 Foto: Fransisco B. Bessi

Kupang, kriminal.co –  Kasus dugaan korupsi dana pengawasan Pilkada Kota Kupang tahun 2016 – 2017, membuka tabir baru dalam pengelolaan anggaran tersebut.

Pasalnya, tersangka Ance Kaborang dalam pemeriksaan kedua sebagai tersangka oleh penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Kupang Kota. Kamis (13/9) lalu membuka aib terkait dugaan keterlibatan ketua Panwas Kota Kupang, Germanus Atawuwur.

Fransisco B. Bessi kepada wartawan,Jumat (14/9) mengaku bahwa dalam pengelolaan anggaran tersebut, ternyata Ketua Panwas Kota Kupang menggunakan anggaran sebesar Rp 10 juta untuk membeli perhiasan emas.

Selain itu, kata pengacara muda yang akrab Sisco ini mengatakan bahwa selain.ketua Panwas Kota Kupang, sopir pribadi Germanus Atawuwur turut menggunakan anggaran Pilkada Kota Kupang.

“Dalam pemeriksaan tersangka, dia (tersangka) mengaku bahwa ketua Panwas Kota Kupang, Germanus menggunakan dana Pilkada sebesar Rp 10 juta untuk membeli perhiasan emas. Bahkan sopir pribadinya juga dapat jatah dari anggaran itu,”terang Sisco.

Dijelaskan Sisco, rincian penggunaan dana oleh pihak lain berupa dana sebesar Rp 300 juta untuk kebutuhan konsumsi selama pengamanan sidang sengketa Pilkada Kota Kupang yang berlangsung sejak Oktober 2016 hingga April 2017.

Pembelanjaan barang habis pakai sekira Rp 200 juta dari Juli 2016 hingga Juli 2017, serta penggunaan uang bagi kepentingan pribadi Ketua Panwaslu Kota Kupang Germanus Atawuwur bahkan supir pribadimnya bernama David Lassa pun mendapatkan uang sebanyak Rp 10 juta yang dipergunakan untuk membeli perhiasan emas (kalung dan gelang), handphone, serta cicilan kredit motor.

“Sesuai hasil pemeriksaan klien saya, uang yang jumlahnya sangat banyak itu hari ini baru jelas ke siapa – siapa saja, para tersangka sudah mengakui bahwa telah menggunakan untuk kepentingan pribadi tetapi jumlahnya hanya sekitar Rp200an juta, sisanya dibagi – bagi ke pihak lain,” ujar Fransisko.

Dia menambahkan, dana yang tidak bisa dipertanggungjawabkan tersebut juga digunakan untuk biaya  kepolisian selama pengamanan. Selain biaya pengamanan, ada juga uang terima kasih kepada pihak kepolisian yang diambil langsung oknum polisi bernama Frits Manuain sebesar Rp. 27 juta.

“Asa juga aliran dana ke kepolisian, dalam hal ini Polres Kupang Kota untuk konsumsi, selama pengamanan dan uang terima kasih,” jelas Fransisko.

Fransisko berharap, pengakuan para tersangka dapat digunakan sebagai acuan bagi polisi untuk mengungkap kebenaran dalam kasus dugaan korupsi dana Pilkada Kota Kupang.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here