Home Kota Kupang Dua Kali Ditunda, Hakim : Jaksa Jangan Sampai Tidak Bisa Menuntut

Dua Kali Ditunda, Hakim : Jaksa Jangan Sampai Tidak Bisa Menuntut

346
0
SHARE

Kupang, Kriminal.co – Sidang kasus dugaan tindak pidana pemerasan untuk terdakwa Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Kupang, Benyamin H. Ndapamerang, kembali ditunda, Kamis (27/10/2022).

Sidang yang beragendakan pembacaan tuntutan kepada terdakwa yang dipimpin ketua majelis hakim, Marselina Sarlota Suek terpaksa kembali ditunda untuk kedua kalinya dengan alasan bahwa penuntut umum sakit.

Sidang pekan lalu dengan agenda yang sama terpaksa ditunda oleh ketua majelis hakim, Marselina Sarlota Suek dengan alasan tuntutan belum siap dibacakan penuntut umum. Hari ini, sidang kembali ditunda dengan alasan penuntut umum sakit.

Ketua majelis hakim, Marselina Sarlota Suek dalam ruang sidang menyatakan bahwa sidang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh penuntut kembali ditunda karena penuntut umum sedang sakit.

Dijelaskan Marlince, dirinya secara langsung menghubungi penuntut umum melalui hand phone selulernya untuk sidang segera dilakukan namun jawaban penuntut umum menyatakan bahwa dirinya sedang sakit.

“Sidang kita tunda lagi untuk kedua kalinya karena penuntut umumnya katakan bahwa sedang sakit. Saya sendiri yang menghubungi jaksa penuntut umumnya,” terang ketua majelis hakim, Marlince Sarlota Suek.

Ditegaskan hakim, jika pekan depan pada Selasa 01 November 2022, penuntut umum tidak membacakan tuntutan kepada terdakwa maka dinyatakan penuntut umum tidak lagi menggunakan haknya untuk menuntut terdakwa.

Dalam persidangan juga ketua majelis hakim menyatakan dengan ditunda sidang dengan agenda pembacaan tuntutan ini, jaksa penuntut umum mungkin saja tidak bisa menuntut terdakwa.

“Jangan sampai jaksa penuntut umum (JPU) tidak bisa menuntut terdakwa Benyamin Hengky Ndapamerang dalam kasus ini,” katanya.

Terpisah kuasa hukum terdakwa Mel Ndaomanu yang ditemui usai sidang menegaskan bahwa hari ini adalah kesempatan terakhir JPU untuk membacakan tuntutan kepada terdakwa.

Namun, katanya, ketua majelis hakim masih memberikan kesempatan satu kali lagi kepada penuntut umum agar membacakan tuntutan kepada terdakwa pada Selasa 01 November 2022 mendatang.

“Jika pekan depan jaksa penuntut umum tidak membacakan tuntutan maka hakim harus tegas bahwa kesempatan menuntut mereka telah seleasai atau tidak digunakan lagi,” ujar Mel.

Menurut Mel, jika hal ini berpengaruh pada massa tahanan terdakwa maka biarkanlah terdakwa lepas demi hukum karena jaksa yang tidak bisa menggunakan haknya untuk menuntut terdakwa.

“Kami akan meminta kesempatan yang sama seperti majelis hakim berikan kepada jaksa penuntut umum. Harus adil terhadap kami selaku kuasa hukum dan adil kepada terdakwa agar bisa menggunakan haknya sebaik mungkin,” kata Mel.

“Apakah benar – benar sakit, atau sakit tiba – tiba ataukah sakitnya sudah beberapa hari lalu. Sebenarnya tidak perlu tunda karena ada timnya jadi yang lainnyakan bisa bacakan tuntutannya,” ungkapnya.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here