Home Kabupaten Kupang Eks Anggota DPD RI Dituntut 8, 6 Tahun Penjara

Eks Anggota DPD RI Dituntut 8, 6 Tahun Penjara

571
0
SHARE

Kupang, Kriminal.co – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, kembali menggelar sidang kasus dugaan korupsi pengalihan asset Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kupang berupa tanah dan bangunan senilai Rp. 9, 8 miliar.

Sidang kali ini beragendakan pembacaan tuntutan oleh jaksa penuntut umum kepada terdakwa Ibrahim Agustinus Medah yang dipimpin ketua majelis hakim Derman Parlungguan Nababan didampingi hakim anggota masing – masing Teddy Windiartono dan Lizbet Adelina. Turut hadir kuasa hukum terdakwa, Yohanis Daniel Rihi dan Marirta Soruh. Sedangkan JPU Kejati NTT dihadiri, Herry C. Franklin, S. H, M. H, Hendrik Tiip, S. H dan Emi Jehamat.

Dalam amar tuntutannya JPU menegaskan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dengan cara melawan hukum untuk menguntungkan diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi dengan merugikan keuangan negara.

Untuk itu, terdakwa Ibrahim Agustinus Medah selaku mantan Bupati Kupang dituntut selama delapan (8) tahun dan enam (6) bulan penjara.

Selain pidana badan, terdakwa juga diwajibkan untuk membayar denda sebesar Rp. 500 juta subsidair enam (6) bulan kurungan.

Ditambahkan JPU Hendrik Tiip, selain pidana badan 8, 6 tahun penjara dan denda sebesar Rp. 500 juta subsidair 6 bulan kurungan, terdakwa juga diwajibkan untuk membayar uang pengganti kerugian keuangan negara sebesar Rp. 8 miliar.

Ditegaskan JPU, apabila terdakwa tidak membayar uang pengganti kerugian keuangan senilai Rp. 8 miliar satu bulan setelah putusan hakim berkekuatan hukum tetap, maka seluruh harta kekayaan terdakwa akan disita untuk dilelang guna menutupi kerugian keuangan negara. Dan, apabila itupun tidak mencukupi maka akan ditambah dengan pidana penjara selama empat (4) tahun dan tiga (3) bulan penjara.

Dalam amar tuntutan juga JPU meminta agar tanah dan bangunan disita dan diberikan kepada negara cq Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kupang.

Menurut JPU, adapun hal – hal yang memberatkan ketiga terdakwa. Hal – hal yang memberatkan terdakwa diantaranya perbuatan para terdakwa menghambat program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi.

Untuk hal – hal yang meringankan diantaranya terdakwa tidak pernah dihukum, terdakwa bersikap sopan dalam persidangan.

Menurut JPU, perbuatan terdakwa mantan Bupati Kupang, Ibrahim Agustinus Medah telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsisebagaimana telah diatur dan diancam dalam pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang – Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang – Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHPidana.

Usai membacakan tuntutan kepada terdakwa ketua majelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda pembacaan pledoi (nota pembelaan) dari kuasa hukum terdakwa.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here