Home Kota Kupang Eksepsi Ditolak, Hakim Perintahkan JPU Hadirkan Saksi Kasus Walikota Cup

Eksepsi Ditolak, Hakim Perintahkan JPU Hadirkan Saksi Kasus Walikota Cup

470
0
SHARE

Kupang, Kriminal.co – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, kembali menggelar sidang kasus dugaan korupsi Walikota Cup Tahun 2017 lalu, Selasa (22/02/2022) kemarin.

Sidang dengan agenda pembacaan putusan sela atas eksepsi yang diajukan dua terdakwa yakni Jusuf Hau Raja dan Deasy Mariani Adi Putri melalui kuasa hukumnya masing – masing.

Dalam putusan sela majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Kupang ini, menyatakan menolak seluruh eksepsi dari kedua terdakwa.

Dengan ditolaknya eksepsi oleh majelis hakim, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang siap menghadirkan saksi-saksi untuk menguatkan dugaan tindak pidana korupsi Wali Kota Cup tahun 2017.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Kupang, Banua Purba, S. H, M. H melalui Kasi Intel Kejari Kota Kupang, Noven Bulan kepada wartawan, Rabu (23/2/2022), menegaskan kasus Wali Kota Cup sudah ada putusan sela.

Putusan Sela itu, kata Noven, hakim menolak eksepsi kuasa hukum terdakwa dan majelis hakim memutuskan agar sidang dilanjutkan dalam pembuktian dengan memeriksa saksi – saksi.

Dijelaskan, Kejari Kota Kupang siap menjalankan perintah majelis hakim. Selanjutnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejari Kota Kupang akan melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi yang akan diperiksa dalam persidangan.

“Sidang itu akan dilanjutkan pada pekan depan,” kata Kasi Intel Kejari Kota Kupang, Noven Bulan.

Sidang lanjutan, lanjut Noven, akan dilakukan pada Kamis 10 Maret 2022 mendatang, dengan agenda pemeriksaan saksi yang dihadirkan oleh JPU Kejari Kota Kupang.

Menurut Noven, kedua terdakwa diduga melakukan tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan kegiatan kompetisi sepakbola antar kelurahan se-Kota Kupang dan olahraga rekreasi (Funbike) Kota Kupang dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-89 tahun 2017 pada Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang.

Untuk diketahui kerugian keuangan negara mencapai Rp 100 juta lebih. Dalam kasus tersebut penyidik telah menetapkan dua orang tersangka yaitu Jusuf Hau Radja dan Deasy Mariani Adi Putri. Kedua tersangka dijerat dengan pasal Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Tipikor.(che)

Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here